Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RS Mandalika Jadi Benteng Keselamatan di Pocari Sweat Run 2025

Kimda Farida • Selasa, 16 September 2025 | 09:15 WIB
SIGAP: Tim IGD RS MANDALIKA ikut andil menyukseskan event Pocari Sweat Run 2025 yang digelar di kawasan KEK Mandalika, Minggu (14/9).
SIGAP: Tim IGD RS MANDALIKA ikut andil menyukseskan event Pocari Sweat Run 2025 yang digelar di kawasan KEK Mandalika, Minggu (14/9).

LombokPost--Dua peserta Pocari Sweat Run 2025 harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Mandalika saat mengikuti lomba lari di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Minggu (14/9).

Kedua pelari tersebut dirujuk dari pos medis di sirkuit dan langsung ditangani tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mandalika yang dipimpin dr Dede Martha Adi Toma bersama dr Lintang Usnaini.

Salah satu peserta kategori Full Marathon berinisial IQ mengalami kondisi kesehatan cukup serius sehingga memerlukan perawatan lanjut di rumah sakit.

Tim medis lomba melakukan pendinginan karena pasien mengalami demam tinggi.

Setelah sadar, pasien segera dibawa ke RS Mandalika.

Hingga Minggu sore, kondisinya belum stabil akibat tekanan darah rendah, sehingga tim medis melakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Sementara itu, pelari kategori Half Marathon juga tidak dapat melanjutkan lomba (Did Not Start/DNS) akibat keluhan sakit.

Ia pun dirujuk ke RS Mandalika dan kini kondisinya telah stabil setelah mendapat perawatan intensif.

dr Dede Martha Adi Toma menjelaskan bahwa timnya terus memantau kondisi kedua pasien.

"Pasien Half Marathon sudah stabil, sementara pasien Full Marathon masih kami observasi karena tensinya rendah. Kami sudah konsulkan ke spesialis penyakit dalam," jelasnya.

Perwakilan Emergency Response Team (ERT) Pocari Sweat Run 2025 Nico Rudyanto, menyampaikan apresiasi atas kesiapan RS Mandalika.

"Kami bersyukur ada rumah sakit terdekat dengan fasilitas lengkap seperti RS Mandalika. Kehadiran mereka sangat membantu dalam memastikan keselamatan peserta," ujarnya.

Nico menambahkan, sejak awal panitia telah berkoordinasi dengan RS Mandalika sebagai rumah sakit rujukan.

Menurutnya, event olahraga seperti ini punya risiko tinggi, sehingga kehadiran RS yang sigap dan dekat dengan venue sangat meringankan pihaknya.

Peran RS Mandalika kembali terbukti vital dalam mendukung event olahraga skala nasional.

Dengan fasilitas memadai dan tenaga medis profesional, rumah sakit ini menjadi garda terdepan keselamatan peserta di tengah tantangan lomba lari yang berisiko.

Editor : Kimda Farida
#RS Mandalika #rumah sakit