LombokPost-Ajang balap motor kelas dunia MotoGP, yang akan kembali digelar di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 mendapat dukungan kuat dari masyarakat sipil Lombok Tengah.
Sebanyak lebih dari 20 lembaga non-pemerintah (NGO) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) secara kolektif menyatakan komitmen mereka untuk menyukseskan acara tersebut.
Dukungan ini diresmikan dalam sebuah acara penandatanganan kesepakatan yang diinisiasi oleh Johan Hadi alias Amaq Ohan, pendiri Tulus Angen Community (TAC) dan Bos Sayur Lombok.
Acara yang berlangsung pada Senin (22/9) di Talk Coffee, Praya ini, menyatukan berbagai tokoh masyarakat untuk satu tujuan: memastikan MotoGP memberikan dampak positif yang maksimal bagi daerah.
Menurut Amaq Ohan, event MotoGP bukan sekadar balapan, melainkan sebuah realisasi dari "mimpi yang jadi kenyataan" bagi masyarakat Lombok.
Ia menekankan bahwa perhelatan ini telah membawa manfaat ekonomi yang nyata, mulai dari promosi pariwisata hingga penciptaan lapangan kerja.
“Dengan promosi NTB oleh 250 media partner dunia di 200 negara, saya yakin event MotoGP sangat berdampak bagi kemajuan UMKM, tenaga kerja lokal dan kemajuan daerah,” ujar Amaq Ohan.
Data menunjukkan, MotoGP di Mandalika telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, bukti nyata kontribusinya bagi perekonomian.
Tokoh pariwisata sekaligus Ketua Solidaritas Warga Intern Mandalika (SWIM) Lalu Alamin menambahkan, MotoGP telah mengubah wajah pariwisata Kuta Lombok menjadi jauh lebih baik.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun narasi positif dan menghindari isu-isu negatif yang bisa merusak citra daerah.
“Warga lingkar Mandalika sendiri sudah sangat nyaman dengan event MotoGP, karena baik langsung maupun tidak langsung masyarakat, sudah menikmati benefit dan efek positif,” tegas Lalu Alamin.
Dengan dukungan solid dari berbagai LSM dan NGO, gelaran MotoGP Mandalika 2025 diharapkan bisa berjalan sukses dan kembali membawa keuntungan besar bagi seluruh masyarakat Lombok Tengah.
Editor : Siti Aeny Maryam