Korem 162/Wira Bhakti menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Lapangan Pujut, Lombok Tengah, Kamis (25/9). Ratusan prajurit TNI bersama tim SAR, BPBD, dan relawan dilibatkan dalam latihan yang menggambarkan kondisi darurat ketika bencana terjadi.
----
DI tengah puing bangunan yang roboh dan debu mengepul, suara sirene meraung memecah keheningan. P
rajurit TNI, tim SAR, BPBD, dan relawan bergerak cepat, wajah mereka penuh konsentrasi. Di kejauhan, warga yang selamat berdiri dengan sorot mata campuran ketakutan dan harapan.
Di antara reruntuhan, tim evakuasi berjongkok hati-hati menyingkirkan puing. Tiba-tiba salah satu petugas berteriak, “Ada korban di sini! Butuh bantuan!”
Beberapa petugas lain segera mendekat. Suara alat berat berpadu dengan teriakan relawan yang memberi instruksi.
Petugas medis siaga dengan tandu, menunggu korban dievakuasi.
Tak lama, seorang korban berhasil ditarik keluar. Wajahnya pucat, tetapi masih sadar. Petugas mengangkatnya ke atas tandu dengan hati-hati lalu membawanya ke ambulans yang sudah menunggu.
Di sisi lain, relawan membantu anak-anak dan lansia menyeberangi jalan yang retak. Mereka menggenggam tangan para korban erat, menenangkan dengan kata-kata lembut, lalu membawa mereka ke tenda darurat untuk penanganan.
Suasana lapangan penuh ketegangan, namun solidaritas terasa kuat. Petugas dan relawan bekerja tanpa lelah, saling menguatkan.
Setiap nyawa yang berhasil diselamatkan menjadi kemenangan kecil di tengah kehancuran. Meski lelah, mereka terus berjuang karena percaya di balik reruntuhan masih ada harapan.
Itulah gambaran simulasi penanganan bencana gempa bumi dan tsunami yang digelar Korem 162/Wira Bhakti di Lapangan Pujut, Lombok Tengah, Kamis (25/9).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Taufik Hanafi, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief, dan Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti.
Kepala Staf Kodam IX/Udayana Brigjen TNI Taufik Hanafi mengatakan, secara umum Indonesia berada di ring of fire sehingga potensi bencana bisa terjadi kapan saja. Ketika bencana terjadi peluang untuk menyelamatkan korban semakin besar.
“Kita tidak berharap adanya bencana, namun ketika ini terjadi ketika kita sudah lakukan latihan paling tidak semua orang tahu apa yang harus diperbuat, menyelamatkan siapa dan harus kemana,” terangnya.
Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief menambahkan, pelatihan penanggulangan bencana ini menjadi rangkaian HUT TNI pada 5 Oktober nanti. Pihaknya juga menghadirkan pengobatan gratis yang mendapat antusias masyarakat Pujut.
“Trauma healing juga kita hadirkan untuk anak-anak maupun korban bencana agar merasa tenang dan aman,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam