Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waduh, 88 Nyawa Melayang di Jalanan Lombok Tengah

Lestari Dewi • Senin, 29 September 2025 | 14:00 WIB
Praya, Loteng, beberapa waktu lalu.
Praya, Loteng, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Angka kecelakaan lalu lintas di Lombok Tengah masih mengkhawatirkan. Hingga Agustus 2025, Satlantas Polres Loteng mencatat 88 nyawa melayang dari 231 kasus kecelakaan, sebagian besar melibatkan pengendara di bawah umur.

“Data sementara dari Januari hingga Agustus 2025, dari 231 kasus kecelakaan lalu lintas ini setidaknya ada 88 korban meninggal dunia, ironisnya kasus ini lebih banyak didominasi anak yang belum cukup umur,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Lombok Tengah Ipda Sasmita Andika Candra, Minggu (28/9).

Ia mengatakan, jumlah lakalantas yang menelan korban jiwa cukup tinggi. Karena itu pihaknya terus melakukan berbagai upaya mulai dari penindakan hingga sosialisasi terkait tertib berlalu lintas.

“Rata-rata mereka yang terlibat kecelakaan lalu lintas fatalitas ini banyak pengendara di bawah umur, ditambah mereka tidak mengenakan helm SNI,” tambahnya.

Meski kepolisian sudah melakukan berbagai upaya, ia mengaku hal itu tidak cukup. Peran serta orang tua sangat penting agar lebih memperhatikan anak dan tidak memberikan kebebasan berkendara.

“Terlebih mereka masih di bawah umur, secara psikis belum matang dalam mengambil sikap dan belum cakap dalam berkendara,” papar Andika.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat NTB khususnya warga Gumi Tatas Tuhu Trasna agar selalu patuh terhadap peraturan lalu lintas. Sebab, awal dari kecelakaan fatalitas bermula dari pelanggaran lalu lintas.

“Tidak lupa sebelum melaksanakan bepergian kemanapun jangan lupa berdoa kepada Sang Pencipta mohon perlindungan dan satu lagi ada keluarga menanti di rumah,” katanya.

Penindakan tegas berupa tilang bagi pengendara yang melanggar aturan tidak cukup. Polisi juga menggencarkan sosialisasi dengan menyasar anak-anak sekolah.

Hal ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Namun peran serta orang tua atau wali untuk ikut mengawasi kegiatan anak sangat penting, misalnya menyempatkan diri mengantarkan anak ke tujuan yang diinginkan.

“Karena untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah sudah sering dilakukan oleh kami,” katanya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Nyawa #Lombok Tengah #jalanan #satlantas #Polres Lombok Tengah #melayang