Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Misteri Sirkuit Tikungan Kanan yang Menyulitkan Marquez Hingga Fenomena Pemenang yang Selalu Berbeda

Lestari Dewi • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:27 WIB
Suasana ajang balap MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (5/10).
Suasana ajang balap MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (5/10).

LombokPost-Sosok Marc Marquez, pemegang banyak gelar Juara Dunia, secara mengejutkan selalu kesulitan di Mandalika.

Puncak dari kesulitan ini adalah insiden terjatuh yang berulang, bahkan setelah ia berhasil mengamankan gelar Juara Dunia di seri sebelumnya.

Menurut perbincangan internal Ducati yang diungkap oleh MGPA, kesulitan Marquez mungkin terletak pada desain teknis sirkuit. 

“Mungkin dia (Marquez) jagonya di tikungan kiri, tapi ternyata meski juara dunia mestinya sudah jago ya ternyata Sirkuit Mandalika punya karakter tersendiri, juara dunia belum tentu bisa taklukan Sirkuit Mandalika,” ujar Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, Minggu (5/10). 

Keluhan bahwa Mandalika memiliki lebih banyak tikungan ke kanan daripada ke kiri seolah menegaskan bahwa sirkuit ini menuntut spesialisasi dan adaptasi yang ekstrem.

Bahkan bagi pembalap yang dianggap paling serbabisa di dunia. Alhasil, Mandalika menjadi panggung di mana gelar Juara Dunia seolah tak berlaku.


Pabrik Juara Baru: Fenomena Pemenang yang Selalu Berbeda

Jika ada satu hal yang paling mendefinisikan karakter Mandalika, itu adalah kemampuannya melahirkan pemenang yang selalu berbeda di kelas utama, seolah-olah sirkuit ini memang dirancang sebagai "pabrik" bagi bintang-bintang baru.

Selama empat kali penyelenggaraan MotoGP, podium tertinggi selalu diduduki oleh nama yang berbeda. Di tahun 2022 ada Miguel Oliveira, tahun 2023 oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Tahun 2024 ada Jorge Martin, kini tahun 2025 ada Fermin Aldeguer.

Fermin Aldeguer, sebagai pemenang terbaru di tahun 2025, menambah panjang daftar ini. Aldeguer yang berstatus rookie membuktikan bahwa Mandalika adalah tempat di mana hierarki dapat dibalik.

“Berbeda-beda pemenang, ya mungkin tidak sengaja karakter Mandalika ini dibuat untuk juara-juara baru, buktinya yang nggak dipikirkan bisa naik bisa naik podium, yang dilihat mendominasi ternyata tidak,” jelasnya.

Baca Juga: RS Mandalika Kembali Dipercaya Jadi Rumah Sakit Rujukan MotoGP 2025

Fenomena ini mengukuhkan status Mandalika sebagai sirkuit yang sangat tidak terduga. Ia tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga daya tahan mental dan kemampuan adaptasi pembalap secara total.

Di Mandalika, setiap pembalap memiliki peluang yang sama untuk mencetak sejarah, dan setiap balapan menjanjikan kejutan besar.

Singkatnya, Mandalika telah menemukan identitasnya, sebuah sirkuit yang menuntut rasa hormat, menolak keangkuhan gelar, dan selalu siap menobatkan seorang raja baru. Sirkuit ini adalah anomali yang membuat MotoGP selalu menarik. 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#kanan #Sirkuit Mandalika #tikungan #MGPA #fenomena #marc marquez #pemenang #anomali #Menyulitkan #Berbeda #misteri #Priandhi Satria