LombokPost-Pemkab Lombok Tengah segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat modern dan berasrama di Desa Taman Indah, Pringgarata.
Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas.
“Status lahan pengganti untuk pembangunan sekolah rakyat ini masih berproses, saya sudah tandatangani dokumen feasibility study (FS) pengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” ucap Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.
Setelah penandatanganan FS, kata bupati, akan dilanjutkan dengan pemberian rekomendasi dari Kementerian Pertanian RI yang diteruskan ke Dinas Sosial Loteng.
Ia meyakini setelah mengantongi rekomendasi ini, pembangunan sekolah rakyat segera terwujud.
“Selangkah lagi, InsyaAllah,” ujarnya.
Bupati menuturkan lokasi lahan pengganti berada di Desa Mekar Bersatu berbatasan dengan Desa Aik Mual di Batukliang.
Lahan pengganti ini dipastikan dua kali lipat dari LP2B Desa Taman Indah, Pringgarata.
“Setelah ini beres, pembangunan sekolah rakyat segera dilakukan,” kata politisi Gerindra ini.
Menurutnya, pembangunan sekolah rakyat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih Loteng dikenal sebagai kabupaten penyangga pangan nasional.
“Sehingga proses (pembangunan sekolah) sedikit ketat karena penyumbang pangan nasional,” kata bupati.
Baca Juga: Bos IMI Turun Tangan! Sinyal Bahaya Lewat, Keamanan Trek Dinilai 'Sempurna'
Mengapa tidak memanfaatkan gedung lain yang kurang optimal untuk lokasi sekolah rakyat?
Bupati beralasan kapasitas gedung lama tidak mampu menampung ribuan anak dari desil satu hingga lima.
Lombok Tengah menargetkan jenjang sekolah ini mencakup Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kelima desil ini bisa mencapai 190 ribu, untuk SD saja nanti banyak yang iri kalau anak-anaknya tidak bisa bersekolah di sana,” terangnya.
Alasan lain, kata bupati, karena Lombom Tengah memiliki lahan untuk mendirikan sekolah rakyat. Sementara kabupaten/kota lain memanfaatkan gedung lama karena tidak memiliki lahan.
“Kita lahannya ada, kenapa tidak sekali-kali bangun sekolah dan maksimalkan program pusat tersebut,” cetus bupati.
Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah Masnun menambahkan, berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ada 55.713 orang yang akan bersekolah di sana.
Jumlah ini tercatat untuk desil satu hingga lima, namun data by name by address ada di Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau sudah dibangunkan gedungnya baru kita minta ke BPS by name by address ini,” katanya.
Editor : Kimda Farida