LombokPost-Gemuruh mesin dan sorak sorai penonton memang telah mereda di Sirkuit Internasional Mandalika pada Minggu (5/10). Namun, di balik layar, 'balapan' sesungguhnya justru baru dimulai Operasi Logistik MotoGP yang super kompleks.
Hanya dalam hitungan jam setelah bendera kotak-kotak dikibarkan, seluruh Mandalika bertransformasi menjadi pangkalan kargo internasional.
Targetnya? Mengirim lebih dari 540 ton perlengkapan balap—mulai dari motor prototipe seharga miliaran, ban, bahan bakar, hingga perlengkapan paddock mewah—menuju seri berikutnya, MotoGP Australia di Negeri Kangguru.
Tiga Hari Non-Stop: Sebuah Pergerakan Global
Proses pengiriman keluar (outbound) ini dijadwalkan sangat ketat, hanya berlangsung selama tiga hari, yaitu 6-8 Oktober 2025. Operasi ini menuntut presisi ala militer, tanpa toleransi untuk keterlambatan.
Seluruh kargo jumbo ini diangkut menggunakan pesawat kargo raksasa, termasuk Qatar Airways Boeing 777 dan Malaysia Airlines.
Berikut jadwal rangkaian penerbangan logistik MotoGP Mandalika menuju Negeri Kangguru.
6 Oktober: 1 penerbangan (100 ton)
7 Oktober: 1 penerbangan (100 ton)
8 Oktober: 4 penerbangan (340 ton), menjadikannya hari tersibuk.
Bayangkan, sebuah balap skala penuh dengan segala isinya harus 'dibongkar' dan diangkut melintasi benua dalam waktu 72 jam saja!
Apa saja yang mengisi ruang kargo pesawat-pesawat raksasa ini? Bukan hanya motor balap yang menjadi primadona.
Di dalam tumpukan kotak dan peti khusus itu terdapat beberapa hal.
Pertama, Motor Balap dan Suku Cadang: Jantung dari balapan, termasuk mesin dan rangka cadangan.
Kedua, Bahan Bakar dan Ban: Logistik vital yang diatur ketat pengirimannya.
Ketiga, Perlengkapan Paddock: Tenda pit box, peralatan elektronik, dan perangkat komunikasi tim.
Keempat, Media dan Dokumentasi: Peralatan siaran global yang memastikan jutaan pasang mata di seluruh dunia bisa menyaksikan aksi di Australia.
Setiap gram barang harus diurus dengan sangat hati-hati, mengingat nilai keseluruhan logistik ini bisa mencapai angka yang fantastis.
Setelah tiba di Australia, tim logistik hanya punya waktu singkat untuk menyusun kembali sirkuit mini di sana.
Seluruh perlengkapan harus siap sedia untuk menyambut para pembalap dalam seri MotoGP Australia pada 17-19 Oktober 2025.
Operasi ini membuktikan bahwa kesuksesan sebuah seri MotoGP tidak hanya ditentukan oleh pembalap di trek, tetapi juga oleh ratusan profesional logistik di balik layar yang memastikan show must go on tanpa jeda.
Logistik 540 ton dari Mandalika ke Negeri Kangguru adalah 'balapan' marathon yang jarang disorot, namun memegang kunci kelangsungan kalender MotoGP global.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengungkapkan, logistik merupakan salah satu elemen paling vital dalam penyelenggaraan MotoGP.
Menurutnya, pengelolaan ribuan item logistik dengan waktu yang sangat terbatas membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan ketelitian tinggi.
“Logistik adalah nadi dari event sebesar MotoGP. Semua motor, peralatan, dan perlengkapan tim harus tiba tepat waktu, dalam kondisi aman, dan siap digunakan,” ujar Priandhi Satria.
Priandhi menjelaskan bahwa proses pengiriman logistik tidak terlepas dari kerja sama erat antara Bea Cukai, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, maskapai penerbangan, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Sejak kedatangan kargo hingga proses kepulangan kargo, seluruh tahapan dilakukan secara terencana, presisi, dan sesuai standar keamanan internasional.
“Koordinasi yang solid menjadi kunci agar tidak ada hambatan. Kami bersyukur sampai sejauh ini seluruh proses berjalan lancar, dan kami optimistis seluruh kebutuhan tim balap dapat terpenuhi sesuai jadwal,” kata Priandhi.
Editor : Siti Aeny Maryam