Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KOLABORASI SEMPURNA, Sampeorna dan Pemprov NTB Majukan Ekonomi Lewat Desa Berdaya

Lestari Dewi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:51 WIB
Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal meninjau stand UMKM Desa Ungga dan Desa Lendang Ara yang mendapat pengembangan SDM dan UMKM dari Sampoerna, di Hotel Swiss-Belcourt Lombok, Senin (6/10).
Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal meninjau stand UMKM Desa Ungga dan Desa Lendang Ara yang mendapat pengembangan SDM dan UMKM dari Sampoerna, di Hotel Swiss-Belcourt Lombok, Senin (6/10).

LombokPost-Upaya memperkuat ekonomi desa di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat dukungan dari sektor swasta.

PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) berkolaborasi dengan Pemprov NTB melalui program Desa Berdaya dan pendampingan UMKM dalam payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Mohammad Faozal mengapresiasi langkah Sampoerna dalam penguatan sumber daya manusia dan pengembangan UMKM di NTB. Ia berharap, kolaborasi ini dapat mendorong ekonomi lokal sekaligus mengentaskan kemiskinan.

“Saat ini ada 106 desa berdaya. Hebatnya, Sampoerna melalui program pemberdayaan UMKM-nya sudah bekerja. Salah satunya mengembangkan UMKM di dua desa, yaitu Desa Ungga dan Lendang Are,” kata Sekda Faozal usai kegiatan di Hotel Swiss-Belcourt Lombok, Senin (6/10).

Ia mengatakan, kerja sama ini tidak menggunakan APBD. Fokusnya meningkatkan SDM dan mengembangkan produk ekonomi desa yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekda Faozal berpesan agar kepala desa penerima program memastikan kehadiran Sampoerna benar-benar mendorong perekonomian lokal.

“Setiap desa punya keunikan masing-masing, sehingga akan beda intervensi dan kebutuhannya. Pemerintah akan petakan dan tidak mesti satu desa produknya satu,” terangnya.

Menurutnya, cara ini menjadi salah satu upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, karena 106 desa yang diintervensi berada di wilayah tersebut.

“Intervensi ini akan terus dilakukan sampai mereka keluar dari kemiskinan ekstrem. Kami juga harapkan lebih cepat lebih bagus,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB itu.

Sementara itu, Kepala Urusan Hubungan Regional dan Keberlanjutan Sampoerna Arief Triastika mengatakan, Sampoerna percaya desa dan UMKM yang tumbuh kuat akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Arief mengatakan, pengembangan UMKM menjadi perhatian Sampoerna karena perusahaan ini juga berawal dari UMKM toko kelontong di Surabaya dan memiliki sejarah 112 tahun di Indonesia. 

“Kami yakin dan berharap program pendampingan UMKM yang Sampoerna jalankan akan melahirkan Sampoerna-Sampoerna lain di Indonesia. Harapan tersebut ditujukan kepada para pengusaha UMKM di NTB,” ujarnya.

Dalam kolaborasi strategis dengan Pemprov NTB, Sampoerna menghadirkan ekosistem pemberdayaan UMKM melalui tiga pilar. Pertama, Sampoerna Retail Community (SRC), yaitu program pendampingan dan digitalisasi toko kelontong untuk meningkatkan daya saing. 

Kedua, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang memberikan pelatihan kewirausahaan terintegrasi untuk mencetak wirausaha baru dan membantu pelaku UMKM naik kelas. Hingga kini, SETC telah mendampingi lebih dari 97.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Ketiga, Program Desa Berdaya yang diinisiasi Pemprov NTB untuk pemberdayaan desa berbasis potensi komunitas, memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan wisata, budaya, serta peningkatan kualitas produk lokal. Pilar ini beririsan dengan program Pembinaan Desa yang digagas Sampoerna sejak 2019. 

Arief menambahkan, setiap pengusaha UMKM pasti menghadapi tantangan. Karena itu, pihaknya berharap kolaborasi Sampoerna dan Pemprov NTB dapat membantu desa dan pelaku UMKM agar lebih berdaya dan mampu menembus pasar ekspor.

“Kami berharap inisiatif Sinergi Desa Berdaya yang diinisiasi bersama Pemerintah Provinsi NTB ini dapat membantu mewujudkan potensi dan meningkatkan daya saing tersebut,” tegasnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#kolaborasi #desa berdaya #Ekonomi #Majukan #Pemprov NTB #sampoerna