LombokPost-InJourney membantah kabar bahwa penyelenggaraan MotoGP akan berakhir pada tahun 2026. Sebab, kesepakatan yang telah dilakukan antara ITDC dengan Dorna Sports berlanjut hingga 2031 mendatang.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan, pihaknya ingin selalu memberikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya NTB, Lombok Tengah. Ajang balap kuda besi ini memberikan dampak positif luar biasa bagi daerah dan Tanah Air.
“Kita harus bangga sebagai masyarakat Indonesia memiliki sirkuit sebagai mutiara yang ditonton oleh seluruh dunia,” tegasnya mengsiyaratkan tidak ada alasan MotoGP dihentikan tahun berikutnya.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka menegaskan, hingga saat ini tidak ada keputusan apapun untuk meniadakan ajang balap motor bergengsi dunia tersebut.
“Tidak ada putusan itu sampai hari ini. Justru kami berpikir bagaimana MotoGP Mandalika ini bisa terus berjalan dan sustainable,” ujar Troy.
Troy menjelaskan bahwa MotoGP Mandalika telah dikontrak selama 10 seri atau 10 tahun oleh ITDC dan Dorna Sports. Sejak dimulai pada 2022, baru empat seri yang berjalan dengan tahun ini. Artinya, masih tersisa enam musim lagi termasuk musim 2026 nanti.
“Keputusan untuk menghentikan event seperti World Superbike (WSBK) memang pernah kami ambil. Tapi MotoGP tidak bisa serta merta dihentikan tahun depan begitu saja,” jelasnya.
Menurut Troy, MotoGP merupakan satu-satunya event balap dunia yang digelar di Indonesia saat ini dan kehadirannya terbukti memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, khususnya di NTB.
Troy menekankan bahwa setiap kali MotoGP digelar, perhatian dunia tertuju ke Mandalika. Hal ini menjadi ajang promosi besar bagi pariwisata Indonesia. MotoGP ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tapi juga membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
“Pemerintah pusat dan daerah pun memberikan dukungan besar terhadap ajang ini,” katanya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menambahkan, sepengetahuannya kontrak diperpanjang dan berlaku selama 10 tahun.
Artinya, dari 10 seri yang digelar di Indonesia masih ada enam sari lagi hadir di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
“Insyallah (berlanjut, red), ITDC bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota bisa bersinergi lagi dan menemukan kesepakatan bagaimana menjalankan MotoGP yang lebih menarik lagi di seri-seri ke depan,” singkatnya
Editor : Jelo Sangaji