Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gigihnya Pasutri Yuni dan Dani Membesarkan Boom Burger, Mengawali dengan Menjual Keliling, Kini Sewa Tiga Stan di Bazaar Mandalika

Lestari Dewi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:18 WIB
Pasutri Yuni dan Dani berbincang-bincang saat awal merintis usaha Boom Burger di Bazaar Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah.
Pasutri Yuni dan Dani berbincang-bincang saat awal merintis usaha Boom Burger di Bazaar Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah.

Dari kios kecil di tepi pantai hingga memiliki tiga stan di Bazaar Mandalika, perjalanan Yuni membangun usaha burgernya penuh keringat dan ketekunan.

Ia memulai dari nol, berkeliling menjajakan dagangan kepada wisatawan dengan sepeda motor butut dan kotatk styrofoam sederhana.

----

Kisah sukses Boom Burger hari ini, merupakan hasil dari kerja keras yang dimulai sejak 2011 oleh Yuni bersama suaminya, Dani.

Usaha burgernya tidak lahir dari gerai mewah atau modal besar, Diawali dengan cara paling sederhana, menjajakan dagangan ke pesisir pantai, menawarkan kepada wisatawan asing yang asik berselancar.

“Kami mulai dari kios kecil, kami juga jemput bola dengan jualan keliling pakai sepeda motor dengan bok. Wisatawan ini biasanya surfing, setelah selesai mereka naik, barulah kami tawarkan, karena zaman itu kan belum terlalu banyak warung-warung makan di pantai,” terang Yuni pada LombokPost.

Sebelum menjual burger, Yuni mengaku produk pertama yang ditawarkan adalah bakso, namun pembelinya masih minim.

Titik balik usahanya terjadi pada 2013-2014, setelah Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah beroperasi.

“Nah di tahun ini tamu-tamu mulai ramai datang, mereka juga request agar menu saya ada burger sebagai makanan luar, burger ini bisa untuk lunch, breakfeast. Dari sinilah kami terinspirasi tambah menunya,” terang ibu satu anak itu.

Yuni mengaku tidak memiliki bakat membuat burger dan awalnya merasa asing dengan menu tersebut.

Namun permintaan wisatawan menjadi tantangan untuk mengasah kemampuan masaknya.

Ia pun memberanikan diri mencoba membuat burger yang tidak hanya enak dan mengenyangkan, tetapi juga sehat dan higienis.

Baca Juga: Simbol Kemajuan Dunia Balap Nasional, Kelas Baru TCR dan BMW Siap Adu Cepat di Mandalika Festival of Speed

“Kami belajar, bahkan mencoba inovasi isian burger, bersyukur menu-menu ini ternyata disukai pelanggan,” katanya semringah.

Berjualan di Bazaar Mandalika bukanlah lokasi pertama Yuni. Sebelumnya, ia membuka kios kecil di Kuta Lama. Namun setelah kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika berkembang dan kiosnya pernah terendam banjir, Yuni memutuskan pindah dan kini menempati tiga stan di Bazaar Mandalika.

“Kenapa tiga, karena kami hadirkan menu selain burger ada bakso dan aneka jus segar alami,”ungkap wanita asal Desa Kuta ini.

Belasan tahun membangun usaha Boom Burger tentu tidak mudah.

Jatuh bangun sudah dialami Yuni bersama suami. Mereka saling menguatkan untuk bersabar menghadapi cobaan dan konsisten menjalankan usaha.

“Saat sepi tamu, kami tetap buka stan karena kami ini kan memperkenalkan produk. Kalau ketika sepi, lalu stan ini buka tutup ya gimana mau dilirik, konsisten,” tegasnya.

Yuni selalu memilih bahan baku terbaik.

Meski harga burger dan menu lain terjangkau, penggunaan bahan berkualitas membuat produknya tetap unggul.

“Kami juga bekerja sama dengan pelaku usaha lain di sini, misal seperti selada hidroponik,” katanya.

Dalam sehari, Yuni bisa menjual 150 burger. Saat ramai seperti momen MotoGP, jumlahnya bisa dua kali lipat.

Menu kebab pun ikut naik penjualan hingga dua kali lipat dari biasanya.

“Bakso tetap ada hanya empat kilo, karena tamu-tamu ini lebih condong ke burger dan kebab,” ungkapnya.

Kisah Yuni dan suaminya membuktikan bahwa kesuksesan sejati tidak diperoleh dari modal besar, melainkan dari kemauan dan konsistensi untuk terus berjuang meski menghadapi kesulitan.

Tiga stan yang mereka sewa menjadi bukti hidup bahwa keringat, disiplin, dan obsesi pada kualitas, pada akhirnya, akan menemukan jalannya.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #bazaar #gigih #usaha #Mandalika #burger #pasutri