Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua DPRD Lombok Tengah: Delapan Dekade Bukan Sekadar Perayaan Tahunan tapi Tonggak Evaluasi!

Lestari Dewi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:55 WIB
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri berpidato dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Loteng dalam sidang paripurna DPRD Lombok Tengah, Selasa (14/10).
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri berpidato dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Loteng dalam sidang paripurna DPRD Lombok Tengah, Selasa (14/10).

LombokPost-Kabupaten Lombok Tengah merayakan usia ke-80 pada Rabu (15/10).

Angka delapan dekade ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi tonggak evaluasi Tastura, istilah yang mencerminkan momentum kritis untuk meninjau kembali kinerja eksekutif dan legislatif demi kemajuan daerah.

Pesan evaluasi ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan.

Menurutnya, momen Hari Jadi ke-80 harus dimanfaatkan untuk introspeksi mendalam terhadap sistem pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam konteks legislatif, Ketua DPRD mengingatkan bahwa lembaga tersebut mengemban tiga fungsi utama, salah satunya pengawasan.

“Mengawasi sistem pemerintahan, pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat,” tegas Lalu Ramdan pada wartawan usai paripurna Hari Jadi ke-80 Lombok Tengah di kantor DPRD Lombok Tengah, Selasa (14/10).

Pengawasan ini, kata dia, menjadi krusial karena harus memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai koridor.

Selain itu, segala bentuk pelayanan dapat diakses serta dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh seluruh masyarakat Lombok Tengah.

Lebih lanjut, pimpinan dewan secara khusus mengajak seluruh anggota legislatif untuk menjalankan ketiga peran tersebut dengan sungguh-sungguh.

Sinergi antara legislatif dan eksekutif juga ditekankan, terutama dalam pembahasan anggaran.

“Kami ajak seluruh anggota untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membahas APBD yang tepat sasaran,” tambahnya.

Harapan ini menyiratkan komitmen dewan agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan hanya proyek fisik, tetapi juga program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Dengan usia 80 tahun, Gumi Tatas Tuhu Trasna berada di persimpangan jalan—antara mempertahankan capaian baik dan memperbaiki segala kekurangan.

Sinyal dari DPRD jelas, masa depan Lombok Tengah sangat bergantung pada seberapa efektif fungsi pengawasan dijalankan dan seberapa tepat sasaran kebijakan anggaran yang disusun.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan, delapan dekade perjalanan, 80 tahun pengabdian, 80 tahun perjuangan tanpa henti dari sebuah kabupaten yang lahir dari semangat rakyatnya sendiri.

Dari tanah yang diberkahi dan dari sejarah yang membara oleh cinta kepada ibu pertiwi.

“Ketika 1945, Lalu Srinata diangkat sebagai kepala daerah Lombok Tengah oleh Gubernur Sunda Kecil Mr I Gusti Ketut Pudja, setelah pembacaan proklamasi di gedung Mardi Bekso Mataram, saat itulah bara kemerdekaan menyala di tanah ini,” kata bupati.

Sejak itu, estafet kepemimpinan silih berganti. Sejarah Lombok Tengah bukan sekadar deretan nama melainkan jejak panjang dari tekad dan doa. Di mana setiap bupati menorehkan satu bab dalam kitab besar Loteng.

“Hari ini, di usia ke-80 Lombok Tengah terus berdiri tegak, tidak hanya membangun jalan dan gedung, tapi juga membangun jiwa dan harapan rakyatnya,” katanya.

Di bawah kepemimpinan Pathul-Nursiah, periode 2021-2024 dan dilanjutkan 2025-2030, periode ini Pathul-Nursiah meneguhkan tekad dalam visi mewujudkan masyarakat Loteng yang mandiri, berdaya saing, sejahtera dan harmonis (masmirah).

“Karena bagi kami, Loteng adalah batu permata yang harus dijaga, diasah dan dipersembahkan untuk dunia,” tutupnya.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #perayaan #dekade #ketua dprd #evaluasi #Bupati Lombok Tengah #tonggak