LombokPost-Lombok Tengah merayakan Hari Jadi ke-80 pada Rabu (15/10) dengan upacara khidmat yang dipimpin Bupati Lalu Pathul Bahri. Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar perayaan kelahiran, melainkan momentum meneguhkan kembali semangat dan cita-cita para pendiri daerah.
Kabupaten yang kini dipimpin pasangan Pathul–Nursiah itu telah menempuh perjalanan panjang dan penuh transformasi. Dari kesunyian dusun ke gemuruh Sirkuit Mandalika, hingga dari sawah gersang gogo rancah menjadi lumbung pangan nasional. Lombok Tengah bahkan mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Kabupaten Penyangga Pangan Nasional.
“Perjalanan delapan puluh tahun ini juga menandai perubahan dari desa tertinggal menjadi desa berprestasi nasional,” ujar Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dalam pidatonya.
Di bawah visi MASMIRAH (Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis), kepemimpinan Pathul-Nursiah mencatat berbagai capaian penting selama periode 2021–2025. Semua keberhasilan itu, kata Bupati, berkat kerja keras ASN, masyarakat, serta dukungan DPRD Loteng.
Beberapa capaian utama di antaranya, pengangkatan 9.795 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), terdiri dari 5.249 PPPK penuh waktu dan 4.546 PPPK paruh waktu yang sedang disiapkan.
Lombok Tengah juga menjadi kabupaten pertama di NTB yang mendapat persetujuan Kepala BKN untuk menerapkan Manajemen Talenta dalam pengisian jabatan, termasuk Jabatan Tinggi Pratama (Eselon 2) tanpa seleksi Tim Pansel. Penerapan merit sistem ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, dengan nilai hanya berselisih 11 poin menuju kategori sangat baik.
Dalam bidang kesejahteraan, angka kemiskinan turun dari 13,44 persen menjadi 12,07 persen. Penurunan paling signifikan terjadi pada kemiskinan ekstrem yang menurun dari 3,40 persen menjadi 0,72 persen, terendah di NTB.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 66,72 menjadi 70,4, disebut sebagai lonjakan tercepat dalam sejarah Gumi Tatas Tuhu Trasna ini. Pertumbuhan ekonomi pun naik dari 4,03 persen menjadi 5,77 persen, tertinggi di Provinsi NTB.
Dalam sektor kesehatan dan infrastruktur, angka stunting turun drastis dari 21,81 persen menjadi 10,49 persen. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,65 persen, menempatkan Lombok Tengah di jajaran kabupaten dengan jaminan kesehatan tertinggi di Indonesia.
“Selain itu, telah dibangun 719 kilometer jalan mantap, 751 sumur bor, 2.616 rumah layak huni, dan diperluas akses air bersih hingga 75 persen,” terang Bupati.
Dalam bidang pelayanan publik dan jaminan sosial, Pemkab meluncurkan Kartu Maiq Meres untuk tokoh agama, memberikan asuransi bagi petani, nelayan, dan peternak, serta beasiswa kedokteran bagi anak yatim penghafal Al-Qur'an tanpa membebani APBD.
Meski capaian membanggakan, Bupati mengakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan. Ia menyebut masih ada jalan rusak, air belum merata, dan rumah tidak layak huni. Namun, tekadnya tetap bulat.
“Kami tidak akan berhenti memperjuangkan keluarga masyarakat Lombok Tengah!” tegasnya.
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Lombok Tengah juga memberikan penghargaan bagi ASN berprestasi dalam inovasi dan kreativitas sebagai bentuk apresiasi. Namun, Pathul–Nursiah menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di momen peringatan semata, melainkan harus terus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi yang ditelurkan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin kepada masyarakat,” ucap mantan anggota DPRD NTB itu.
Bupati menutup pidatonya dengan semangat optimisme. Ia menegaskan bahwa Lombok Tengah siap menyongsong masa depan dan terus bersinar sebagai kabupaten yang tangguh dan berdaya saing.
“Tatas Tuhu Trasna, Lombok Tengah Masmirah, menjadi pemantik semangat untuk terus berlari demi masa depan generasi Lombok Tengah,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri yang hadir dalam upacara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan Lombok Tengah. Ia melihat pembangunan di Gumi Tastura menjadi penopang utama perkembangan Provinsi NTB.
“Saya harap Lombok Tengah di usia ke-80 tahun ini dapat terus berkembang, tidak hanya dari sisi pembangunan, tapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan Berita Lombok Post