Pameran arsip dan foto kepemimpinan di Hari Jadi ke-80 Lombok Tengah bukan sekadar nostalgia, tetapi refleksi perjalanan pemerintahan yang menegaskan pentingnya menjaga memori kolektif sebagai fondasi melangkah menuju masa depan yang lebih matang dan berintegritas.
----
DERETAN potret wajah pimpinan dan kegiatan pemerintahan terdahulu terpajang rapi di lobi Kantor Bupati Lombok Tengah. Di tengah ruangan, beberapa etalase kaca menampilkan arsip pemerintahan yang masih tertata dalam bentuk disket hingga kaset dari era 80-an hingga 2000-an. Dua layar LED juga memutar dokumentasi kegiatan pemerintahan dari masa ke masa.
Pameran ini menarik perhatian publik, terutama para tamu undangan yang hadir pada peringatan Hari Jadi ke-80 ini. Deretan potret pimpinan daerah sejak awal kemerdekaan hingga kepemimpinan saat ini tersaji lengkap, menggambarkan perjalanan panjang Gumi Tatas Tuhu Trasna membangun dirinya.
“Pameran ini adalah refleksi pemerintahan dari masa ke masa. Kami ingin generasi muda melihat bagaimana perjuangan para pemimpin terdahulu membangun Lombok Tengah dengan segala keterbatasan,” ungkap Lalu Wira Karna, mantan Kabag Humas Pemkab Lombok Tengah era 80-an, Rabu (15/10).
Setiap foto pimpinan disertai narasi singkat yang menjelaskan peran dan kontribusi mereka selama menjabat. Bukan sekadar pajangan, melainkan pelajaran sejarah yang disajikan secara visual dan mudah dipahami.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah file dokumentasi pemerintahan berusia puluhan tahun yang masih tersimpan dengan rapi. Mulai dari surat keputusan lama, notulen rapat penting, hingga dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Arsip-arsip ini menjadi bekal bagi pemerintahan berikutnya. Apa yang sudah dilakukan sebelumnya tinggal dilanjutkan pada era baru, sekaligus menjadi bahan koreksi bagi pemerintah selanjutnya,” katanya sambil menunjukkan koleksi arsip.
Kehadiran arsip yang terawat ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Lombok Tengah dalam manajemen dan pelestarian memori kolektif daerah. Dokumen-dokumen tersebut bukan sekadar lembaran tua, melainkan jejak kebijakan, fondasi pembangunan, dan saksi setiap keputusan penting yang pernah diambil.
“Kami bangga bisa menunjukkan bahwa arsip kami terjaga dengan baik. Ini menunjukkan akuntabilitas dan penghargaan kami terhadap sejarah administrasi pemerintahan,” ujarnya.
Pameran arsip dan foto ini memiliki dua makna sekaligus, sebagai perayaan dan sarana edukasi. Bagi para sesepuh, pameran ini membangkitkan kenangan masa pembangunan. Sementara bagi pelajar dan generasi muda, pameran ini menjadi sumber pengetahuan tentang akar sejarah daerah mereka.
Peringatan Hari Jadi ke-80 Lombok Tengah menegaskan bahwa daerah ini tidak hanya kaya akan destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga memiliki sejarah pemerintahan yang terarsip dengan baik. Pameran ini menjadi pengingat bahwa untuk melangkah maju, sebuah daerah harus menghargai dan memahami sejarahnya.
Dengan berakhirnya pameran, harapan besar disematkan kepada generasi penerus untuk tidak hanya melanjutkan pembangunan fisik, tetapi juga menjaga warisan dokumentasi dan semangat kepemimpinan yang telah dirintis selama delapan dekade di bumi Tatas Tuhu Trasna.
Editor : Siti Aeny Maryam