Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Disdikbud Lombok Tengah Perketat Pengawasan Jam Kosong untuk Cegah Tawuran Antarpelajar

Lestari Dewi • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:53 WIB

 

Lalu Idham Khalid
Lalu Idham Khalid

LombokPost-Aksi tawuran pelajar di Lombok Tengah kembali menjadi rapor merah bagi dunia pendidikan.
 
Insiden berulang yang meresahkan masyarakat dan mencoreng citra sekolah membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) turun tangan dengan instruksi tegas, memperketat pengawasan pada jam kosong.
 
Kepala Disdikbud Lombok Tengah Lalu Idham Khalid menegaskan perhatian seriusnya terhadap fenomena tersebut.
 
Namun, alih-alih menyiapkan sanksi berat, pihaknya fokus pada langkah pencegahan sederhana yang dinilai krusial, yakni menghapus waktu luang yang dapat dimanfaatkan siswa untuk keluyuran dan memicu konflik.
 
“Ketika akan ada jam kosong, berikan tugas-tugas agar anak-anak tidak keluyuran, bermain di sembarang tempat,” tegas Lalu Idham Khalid kepada wartawan, Jumat (17/10).
 
Baca Juga: Pemkab Lombok Tengah Telusuri Sumur Bor Ilegal di Kawasan Wisata
 
Pernyataan itu menyoroti titik lemah yang sering terabaikan, yaitu jam kosong sebagai pemicu tawuran.
 
Saat guru berhalangan hadir atau kegiatan belajar mengajar (KBM) terhenti, waktu luang sering menjadi celah bagi energi remaja yang tidak tersalurkan hingga berubah menjadi aksi anarkis di luar sekolah.
 
Instruksi Disdikbud Loteng ini menempatkan sekolah pada peran ganda, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga keamanan.
 
Dengan memastikan siswa tetap berada di lingkungan sekolah dan sibuk dengan kegiatan terstruktur meski guru tidak hadir, potensi bentrokan di luar sekolah dapat diminimalkan.
 
Baca Juga: Rujukan di Lombok Tengah, RSUD Praya Hadirkan Layanan Uronefrologi Modern
 
Meski demikian, pengisian jam kosong bukan satu-satunya solusi. Pemkab Loteng juga akan memperkuat layanan Bimbingan dan Penyuluhan (BP/BK), mengaktifkan organisasi siswa positif seperti Palang Merah Remaja dan Pramuka, serta menerapkan sanksi tegas yang bersifat mendidik.
 
“Hal ini sudah sering kami sampaikan kepada para kepala sekolah, tenaga pengajar. Setiap ada sosialisasi kegiatan sekolah pun kami ingatkan,” ujarnya.
 
Terpisah, Polres Lombok Tengah melalui Polsek Pujut bersama pihak sekolah dan perangkat desa mediasi perkelahian antar pelajar yang sempat viral di media sosial.
 
Peristiwa tersebut melibatkan puluhan siswa dan terjadi di Jalan Bypass Sengkol, Kecamatan Pujut, pada Rabu (15/10) lalu.
 
Baca Juga: Jahe: Bukan Sekadar Hangat, Tapi 'Peluru' Herbal untuk Imunitas dan Pencernaan!
 
“Dari hasil klarifikasi para pelajar, diketahui bahwa perkelahian tersebut dipicu oleh saling ejek dan bully antar siswa di sekolah,” kata Kapolsek Pujut AKP Sri Bagyo.
 
Menurut Bagyo, perkelahian kemudian berlanjut setelah jam pelajaran usai. Aksi tersebut sempat direkam dan tersebar di media sosial, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
 
Editor : Kimda Farida
#pengawasan #Cegah #jam kosong #tawuran pelajar #disdikbud #Perketat