LombokPost-Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah resmi menakhodai DPD II Partai Golkar Lombok Tengah periode 2025—2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Lombok Tengah yang digelar Sabtu (18/10).
Terpilihnya Nursiah menunjukkan pilihan Golkar Lombok Tengah pada figur dengan rekam jejak birokrasi dan elektabilitas yang teruji.
Sebagai Wakil Bupati, Nursiah merupakan bagian dari pasangan petahana yang berhasil melipatgandakan kepercayaan rakyat.
Golkar menegaskan, capaian suara pada periode kedua kepemimpinan mereka melonjak signifikan, dari 199.299 suara menjadi 298.197 suara, atau naik dari 38,14 persen menjadi 57,2 persen.
Angka itu menjadi modal politik kuat, bukti bahwa kinerja dan integritasnya terbayar lunas oleh rakyat.
Kini, dengan resmi memimpin Golkar, Nursiah bertekad menyatukan kekuatan eksekutif dan mesin partai.
“Ini tanggung jawab besar yang akan saya jawab dengan kerja nyata, konsolidasi kuat, dan tekad untuk mengibarkan panji Golkar lebih tinggi di Bumi Tastura tercinta ini,” katanya.
Nursiah menegaskan, posisi ketua bukanlah jabatan komando, melainkan kerja kolektif untuk mencapai target partai di Pileg dan Pilkada mendatang.
“Target ke depan, asumsi boleh, optimis boleh, sebagai bentuk kebersamaan Partai Golkar,” tegasnya.
Saat ini, Nursiah ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil bupati bersama Bupati Lalu Pathul Bahri.
Soal peluang maju di Pilkada mendatang, ia menyerahkan sepenuhnya pada hasil penilaian dan aspirasi masyarakat.
“Sekarang kami mau susun dulu kepengurusan baru, targetkan rampung dalam sebulan,” ujar mantan Sekda Lombok Tengah ini.
Momentum kepemimpinan Nursiah datang saat Golkar Lombok Tengah menunjukkan kinerja elektoral yang solid.
Meski berada di posisi kedua setelah Gerindra, partai dari pasangannya Lalu Pathul Bahri, konsolidasi di bawah Nursiah diharapkan menjadi kekuatan baru untuk menembus capaian lebih tinggi di Pilkada berikutnya.
Kehadiran Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua DPD Gerindra NTB Lalu Pathul Bahri pada Musda Sabtu (18/10) menjadi simbol penting.
Ini menegaskan eratnya sinergi koalisi pemerintahan sekaligus memberi “restu” politik atas langkah Nursiah.
“Golkar ini mitra kerja pemerintah, produk-produk yang dihasilkan Golkar selama ini cukup bagus dan membersamai keluarga besar dalam membangun Lombok Tengah,” ujarnya.
Dengan tiket Pilkada 2029 di tangan, Nursiah memiliki waktu empat tahun untuk membuktikan amanah kader dan kepercayaan publik.
"Golkar sudah membersamai 80 tahun Loteng sehingga karya Golkar sangat terasa. Kami sangat optimis, dengan rekam jejak beliau dari birokrat lalu bertransformasi menjadi politisi, tentu harapan besar kami dapat memberikan arah yang lebih matang kepada Golkar. Kenapa tidak (calon bupati Loteng),” kata Ketua DPD I Partai Golkar NTB Mohan Roliskana.
Editor : Siti Aeny Maryam