“Keberadaan dapur MBG yang kian marak juga harus memastikan ketersediaan pangan. Bukan hanya tersedia saja, tapi memastikan sumber-sumber pangan ini aman dan bermutu sehingga ketika dikonsumsi pun aman,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Lombok Tengah Lalu Ahmad Satriadi pada wartawan, Kamis (23/10).
Ia menjelaskan, melalui gerakan konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), pemerintah berupaya memastikan anak-anak sebagai generasi penerus mengonsumsi makanan beragam dan bergizi.
“B2SA akan menjadi investasi untuk menjadikan tubuh kita tetap sehat, tetap aktif dan produktif, sehingga ini sangat penting untuk kita perhatikan demi pola makan anak-anak kita ke depan, bahwa makan yang dikonsumsi harus dipastikan beragam,bergizi, seimbang dan aman,” jelasnya.
Setelah memastikan keamanan dan mutu pangan ini, kata dia, pangan tersebut harus disertai dengan sertifikat keamanan pangan. Sehingga pengawasan berikutnya perlu dilakukan pihak terkait dalam pengolahan pangan di dapur MBG.
“Dengan sertifikat ini kan berarti sudah dipastikan pangan ini aman. Terjadi sesuatu, maka ada di dapur yang ngolah,” imbuh anggota satgas MBG tersebut.
Satriadi menambahkan, antisipasi keamanan pangan tidak cukup pada bahan pangan saja. Dapur yang menangangi ribuan paket makanan MBG memegang peranan penting, apalagi hanya dikelola puluhan tenaga SPPG. Kondisi ini menurutnya, bisa berdampak pada keamanan pangan yang telah diolah.
“Sisi lain, jika mengejar penambahan tenaga untuk cuci omprengan misalnya, jangan sampai memangkas anggaran pangan. Ini juga perlu diawasi,” beber Satriadi.
Editor : Siti Aeny Maryam