Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap dua penyakit yang kerap muncul di musim peralihan, ISPA dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dikes Lombok Tengah dr. Suardi mengatakan, kedua penyakit ini sering menyerang akibat lingkungan yang kurang bersih.
Genangan air pascahujan menjadi tempat ideal nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Sementara perubahan suhu memicu gangguan pernapasan.
“Cara paling ampuh menekan risiko penyakit itu adalah menjaga kebersihan lingkungan dan diri,” tegasnya, Selasa (28/10).
Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap DBD harus ditingkatkan sejak awal musim hujan. Masyarakat diminta kembali menghidupkan gerakan Bersih Pangkal Sehat.
“Pastikan tidak ada wadah penampung air yang bisa menjadi sarang nyamuk. Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,” imbaunya.
Selain kebersihan, Dikes Lombok Tengah juga mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program ini menjadi langkah pencegahan dini agar penyakit bisa terdeteksi sebelum parah.
“Dengan cek kesehatan, kita tahu kondisi tubuh dan bisa segera bertindak jika ada penyakit,” ujar Suardi.
Namun, partisipasi masyarakat dalam program ini masih rendah. Dari target minimal 50 persen penduduk Lombok Tengah, baru sekitar 82 ribu orang yang melakukan cek kesehatan.
“Petugas di seluruh fasilitas kesehatan sudah kami imbau untuk terus mengajak masyarakat ikut program CKG,” katanya.
Suardi berharap, sisa waktu di tahun ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan pemeriksaan kesehatan.
“Jadikan musim hujan sebagai momentum menjaga lingkungan dan tubuh agar Loteng tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam