Di tengah hiruk pikuk dunia olahraga, semangat untuk melahirkan generasi tangguh tak pernah padam. Dari ring sederhana di halaman Kodim 1620/Lombok Tengah, tekad dan disiplin berpadu menjadi simbol kebangkitan tinju di Gumi Tastura.
----
Suasana sore itu di markas Kodim 1620/Lombok Tengah benar-benar berbeda. Halaman yang biasanya dipenuhi derap langkah prajurit dan hiruk pikuk aktivitas militer kini berubah menjadi arena pertarungan penuh semangat.
Sebuah ring tinju berdiri kokoh di tengah lapangan. Di sekelilingnya, bangku-bangku dadakan dipenuhi warga dan prajurit yang antusias, mata mereka terpaku pada ring.
Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti berdiri gagah di sisi ring, sorot matanya memancarkan kebanggaan saat memandang deretan petinju muda. Ia baru saja menyampaikan pidato pembukaan, membakar semangat para atlet dengan pesan sportivitas dan kegigihan.
Pertandingan pertama dimulai. Dua petinju muda saling berhadapan, masing-masing dengan gaya berbeda. Satu tampak lincah dengan pukulan jab cepat, sementara lawannya mengandalkan kekuatan dan pertahanan rapat.
Di antara mereka, wasit sigap mengikuti setiap gerakan, matanya tajam mengawasi jalannya laga. “Fight!” serunya, dan dentingan lonceng memecah keheningan sesaat, digantikan suara pukulan sarung tinju yang beradu keras.
Di luar ring, suasana semakin panas. “Hajar! Kiri! Kiri! Terus, jangan kasih kendor!” Teriakan penonton berpadu menjadi simfoni dukungan. Anak-anak muda berjingkat ingin melihat lebih jelas, para orang tua tersenyum bangga menyaksikan perjuangan atlet dari daerah mereka, sementara para pelatih di sudut ring tanpa henti memberikan instruksi.
Keringat bercucuran, bukan hanya dari para petinju, tetapi juga dari wajah-wajah tegang di pinggir ring. Setiap pukulan bersih disambut sorak, setiap serangan balasan diiringi pekikan tertahan.
Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ajang pencarian bakat. Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti mengatakan, event ini menjadi seleksi Cabor Tinju untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Ring tinju ini adalah kawah candradimuka untuk menempa tidak hanya fisik yang kuat, tetapi juga menanamkan sportivitas, disiplin, dan semangat pantang menyerah, nilai-nilai yang dibutuhkan seorang juara sejati,” ucap Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Loteng ini, Kamis (30/10).
Rangkuti menjelaskan, sebanyak 38 atlet adu kemampuan dalam 19 kelas pertandingan dengan sistem gugur. Mereka datang dari berbagai sasana dan klub, membawa harapan besar di pundak, menjadi perwakilan terbaik Loteng di kancah provinsi, bahkan nasional dan internasional.
“Semoga dari sini lahir petinju-petinju berprestasi yang mampu mengharumkan nama Lombok Tengah dengan tetap mengedepankan sportivitas,” ujarnya.
Editor : Kimda Farida