LombokPost-Ratusan sekolah mendapat bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) di Lombok Tengah dari pemerintah pusat. Layar berukuran 75 inci ini untuk mendukung proses pembelajaran digital diberbagai jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Bantuan smart digital atau panel interaktif ini sedang dalam proses penyaluran,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lombok Tengah Lalu Idham Khalid pada wartawan, Selasa (4/11).
Adapun jumlah SD mencapai 500 sekolah dan SMP 83 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah.
Ia menuturkan, bantuan panel interaktif ini diberikan kepada seluruh sekolah di Indonesia.
Sekolah mendapat bantuan berdasarkan rekomendasi yang diberikan dari anggota DPR RI pada daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
“Anggota DPR RI dari pulau Lombok rekomendasikan sekolah-sekolah ini ke Kemendikdasmen,” ujarnya.
Idham menyebut, berdasarkan informasi proses penyaluran panel interaktif tersebut telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung akhir Desember 2025.
“Penyaluran terus berproses, tahun ini harus tuntas,” katanya.
Dengan adanya perangkat IFP ini, pemkab Loteng berharap para guru bisa berinovasi agar pembelajaran lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi siswa.
Termasuk untuk kegiatan seni maupun olah raga boleh dimanfaatkan karena hal tersebut untuk memudahkan para guru dalam memberikan pelajaran dan peningkatan kemampuan siswa.
“Bantuan perangkat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan di Lombok Tengah khususnya,” katanya.
Terpisah, Anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok Lalu Hadrian Irfani mengatakan, panel interaktif yang diberikan Kemendikdasmen berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 untuk menunjang digitalisasi pembelajaran.
Ia pun mengusulkan untuk semua sekolah baik negeri dan swasta mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK sebagai penerima manfaat.
“Sebenarnya untuk seluruh sekolah bagi sekolah yang mau menerima, salah satunya Lombok Tengah, kenapa bagi yang mau? Karena kami dan Kemendikdasmen memberikan formulir kesiapan menerima alat tersebut di dapodik masing-masing sekolah,” jelasnya.
Politisi PKB ini menjelaskan, untuk sementara setiap sekolah mendapatkan satu unit perangkat IFP.
Menurutnya pemberian bantuan ini tidak akan kontras dengan kondisi sekolah yang sarana dan prasarananya rusak.
Sebab, pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran untuk merevitalisasi sekolah yang rusak bangunanannya.
Miq Ari sapaan akrabnya, berharap, perangkat IFP sebagai digitalisasi pembelajaran dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi agar guru dan siswa bisa beradaptasi.
Guru akan dilatih untuk menggunakan panel ini terkait dengan penggunaan konten dan materi yang ada di dalamnya.
“Jika nantinya ada kekhawatiran akan disalahgunakan sih tetap ada, tapi sosialisasi dan pengawasan kepada sekolah akan terus dilakukan oleh kepala sekolah maupun pihak dinas setempat,” tutup Miq Ari.
Editor : Kimda Farida