Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas Kesehatan Lombok Tengah Temukan 37 Penderita Baru HIV

Lestari Dewi • Selasa, 11 November 2025 | 20:38 WIB
Para wisatawan bermain papan selancar di kawasan Pantai Selong Belanak, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.
Para wisatawan bermain papan selancar di kawasan Pantai Selong Belanak, Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah menemukan 37 kasus baru positif HIV.

Angka ini berasal dari hasil skrining yang dilakukan sejak Januari hingga Oktober 2025 terhadap 19.305 orang.

Jumlah tersebut menunjukkan sedikit peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 35 kasus positif HIV.

“Dari 29 puskesmas kita sudah lakukan skrining pada 19.305 orang, skrining ini kita lakukan juga di daerah wisata,” ucap Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P3KL) Dikes Lombok Tengah Putrawangsa kepada wartawan, Senin (10/11).

Putrawangsa menuturkan, skrining difokuskan pada area dengan potensi penularan tinggi, seperti kawasan wisata di wilayah Puskesmas Praya, kos-kosan, spa, panti pijat, hingga salon.

“HIV ini kan penularannya karena hubungan seksual (gonta-ganti pasangan), jarum suntik yang tidak steril, dan lainnya,” ujarnya.

Ia menyebut, dari 37 kasus baru yang ditemukan, kelompok dominan adalah pekerja seks. Namun terdapat pula temuan lain seperti ibu rumah tangga dan pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga: SUDAH CAIR! 64.062 Warga Lombok Tengah Terima BLTS Rp 900 Ribu

“Ada juga kategori laki suka laki (LSL) dan ini masih menjadi kelompok dengan angka kasus HIV tertinggi,” jelas Putrawangsa.

Melihat peningkatan kasus positif HIV, ia menekankan pentingnya edukasi masif dari pemerintah daerah untuk mendeteksi HIV secara dini.

Skrining di tempat-tempat spesifik bertujuan memberi edukasi dan penjangkauan lebih efektif kepada kelompok berisiko, sekaligus memutus mata rantai penularan di masyarakat.

“Kuncinya edukasi ini harus masif diberikan,” tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#penderita #Lombok Tengah #Baru #Dinas Kesehatan #skrining #hiv