Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembayaran Macet, Operasional Dapur MBG di Aikmual Lombok Tengah Terhenti

Lestari Dewi • Rabu, 12 November 2025 | 17:21 WIB
Fakhrurrozi menunjukkan kondisi dapur MBG di SPPG Lombok Tengah Praya Aikmual, di Desa Aikmual, Praya, Lombok Tengah, Selasa (11/11). Dapur ini tidak salurkan paket MBG selama dua minggu.
Fakhrurrozi menunjukkan kondisi dapur MBG di SPPG Lombok Tengah Praya Aikmual, di Desa Aikmual, Praya, Lombok Tengah, Selasa (11/11). Dapur ini tidak salurkan paket MBG selama dua minggu.

LombokPost-Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Praya Aikmual terhenti selama dua pekan terakhir.

Belum ada tanda-tanda kegiatan ini akan kembali berjalan, sehingga menimbulkan pertanyaan dari pihak sekolah, murid, hingga orang tua.

“Pada pengajuan satu dan dua yang lalu berjalan lancar, namun pengajuan ketiga ini dana tidak ada yang masuk hingga saat ini,” ungkap Fakhrurrozi selaku Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Ar Rayyan di SPPG Lombok Tengah Praya Aikmual kepada wartawan, Selasa (11/11).

Ia mengatakan, pihaknya telah menanyakan hal ini kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) MBG, kemudian ke koordinator wilayah hingga regional.

Dari sisi administrasi dan proposal kegiatan, semua sudah disetujui.

“Bahkan di aplikasinya kami sudah centang biru dan di-ACC, respons mereka baru dua hari setelah saya hubungi,” cetusnya.

Fakhrurrozi mengaku, belum cairnya dana dari pusat membuat pihak dapur terpaksa menghentikan sementara penyaluran paket MBG ke 12 sekolah binaannya.

Sebagian besar sekolah tersebut merupakan madrasah, di mana sebagian besar siswanya tidak mendapatkan sarapan dari rumah.

“Kami sampaikan belum bisa dilayani, satu sisi juga belum ada kepastian kapan dana ini masuk,” katanya.

Ia menyebut, dampak internal yang dirasakan yayasan cukup berat. Muncul tudingan bahwa dana MBG dibawa kabur oleh pihak yayasan, sementara puluhan karyawan dapur MBG tidak bisa bekerja.

“Ini menjadi kekhawatiran kami, dikira kami yang bawa kabur uangnya. Karyawan juga bertanya-tanya kapan mereka bisa bekerja, sebab (jika tidak ada kejelasan) akan mencari pekerjaan lain,” kata guru madrasah itu.

Kerugian juga dirasakan para supplier bahan pangan.

Mereka yang biasa mengirim bahan makanan kini berhenti beroperasi dan ikut mempertanyakan penyebabnya.

“Mereka juga sudah keluarkan modal cukup banyak,” imbuh Fakhrurrozi.

Ia menjelaskan, yayasan yang dipimpinnya memegang tujuh dapur MBG, namun baru satu dapur di Aikmual yang beroperasi.

Dua dapur lain masih menunggu pencairan dana, dua sedang dalam tahap pengerjaan, dan sisanya masih proses pendaftaran di beberapa tempat.

Ia menegaskan, jika hingga pekan ini dana belum cair, dirinya akan ke Jakarta untuk mencari kejelasan. Sebab dapur MBG di wilayah SPPG lain justru lancar mendapat kucuran dana.

“Saya juga tidak tahu apa penyebabnya, karena sudah lengkap kan. Jika ada upgrade sistem, kenapa yang lain tidak,” tanyanya.

Fakhrurrozi berharap dana sekitar Rp 400 juta pada setiap tahapan segera dicairkan.

Dengan begitu, anak-anak sekolah bisa kembali menikmati paket MBG, bahan pangan dari supplier terserap, dan karyawan dapat kembali bekerja.

“Kami harap segera cair,” cetusnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Praya Hakam membenarkan, pihak sekolah belum menerima paket MBG selama dua pekan terakhir.

“Sekolah sudah terima paket ini selama dua bulan, tiba-tiba terhenti dengan alasan sistem pendataan dengan waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

Hakam menyebut, penghentian sementara ini menimbulkan kekecewaan di kalangan murid.

Ia juga menyayangkan pemberitahuan penghentian tidak disampaikan secara resmi.

“Paling tidak SPPG-nya datang ke sekolah, bukan diinformasikan melalui WhatsApp Grup,” singkatnya. 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Mbg #penyaluran #macet