Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral Kisah Sister Hong Lombok, Makeup Artist Cantik Ternyata Pria, Begini Tanggapan FKUB Lombok Tengah

Lestari Dewi • Kamis, 13 November 2025 | 16:27 WIB
Ketua FKUB Lombok Tengah TGH Malasari’ie tanggapi penata rias cantik asal Lombok Tengah ternyata seorang pria.
Ketua FKUB Lombok Tengah TGH Malasari’ie tanggapi penata rias cantik asal Lombok Tengah ternyata seorang pria.

LombokPost-Warga dunia maya di Lombok Tengah gempar. Penyebabnya, sosok makeup artist (MUA) bernama Dea Lipa. Dea yang berpenampilan sebagai wanita berhijab pada umumnya, tak disangka adalah seorang pria dengan nama asli Deni.

Penata rias ini memiliki tubuh langsing semampai. Belakangan dia menjadi buah bibir karena penampilannya yang sangat feminim layaknya seorang wanita.

Jati diri Deni sebagai penata rias pengantin terbongkar setelah akun Facebook @Diana_Arkayanti mengunggah fotonya pada Kamis (6/11/2025).

Dalam unggahan tersebut, tampak sosok berhijab dengan wajah glowing yang disebut sebagai penata rias pengantin.

Hal yang mengejutkan publik adalah fakta bahwa sosok tersebut ternyata bukan perempuan, melainkan seorang pria.

Dari penelusuran berbagai sumber, diketahui penata rias tersebut bernama asli Deni, yang berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dan akrab disapa Dea Lipa.

Ia dikabarkan selalu mengenakan jilbab saat bekerja, diduga untuk menutupi identitasnya sebagai laki-laki. Warganet pun menjulukinya 'Sister Hong versi Lombok' setelah identitas aslinya sebagai seorang pria terkuak.

Unggahan yang mengungkap identitas Deni telah dilihat puluhan ribu kali, mengumpulkan lebih dari 1.591 tanggapan, 1.700 komentar, dan dibagikan lebih dari 1.800 kali.

Dalam keterangannya, Diana menyebut MUA tersebut selama ini tampil dan berperilaku sepenuhnya seperti wanita. Bahkan, banyak pria disebut tertipu oleh penampilannya yang memukau.

“Dia seorang MUA dari Lombok Tengah, dia bantong (laki-laki) dan berhijab. Sudah banyak laki-laki tertipu karena tampilannya memang tidak seperti bantong kalau sekilas dilihat. Dia dipuja dan dipuji cantik, dia berhijab,” tulis Diana dalam unggahannya.

Diana juga melontarkan pertanyaan mengenai sikap para tokoh agama dan adat setempat yang terkesan membiarkan fenomena tersebut. Ia meminta masyarakat untuk tidak menormalisasi hal yang dianggap menyimpang.

“Pemangku adat dan pemuka agama di kampungnya kenapa diam saja. Tolong ini seorang tukang rias pengantin dia jenis kelamin laki-laki tapi kesehariannya pakai hijab, tolong neh tolong banget,” tulis Diana di platform Facebook miliknya.

Menanggapi hal ini, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Tengah TGH Malasyari’ie mengatakan, kejadian seperti ini bukan masalah yang baru.

Pada tahun 1989 sudah klir dibahas dalam PBNU di Jawa Timur, bahwa seseorang yang frontal menolak atau tidak menerima (jenis kelamin) yang ditakdirkan Allah SWT, dimana laki-laki merubah penampilannya menjadi wanita dan sebaliknya adalah haram mutlak.

“Akan tetapi akan beda cerita ketika seseorang ini memiliki dua kelamin, maka bagi dia dibolehkan untuk memilih mana yang paling dominan. Ketika dia laki-laki namun memilih menjadi perempuan, maka laki-laki lain pun akan batal wudhunya pada si dia yang dominan perempuannya, begitu juga ada hukum warisnya,” terangnya.

Sementara jika seseorang ada lelaki tulen sejak lahir, kemudian merubah penampilan menjadi perempuan, sudah jelas adalah haram mutlak. Hak serupa berlaku pada seorang perempuan yang merubah penampilan menjadi laki-laki.

“Ini menjadi beban moral yang dipikul bagi tokoh agama, penyuluh, termasuk keluarga untuk tidak bosan-bosannya memberikan pencerahan kepada yang bersangkutan maupun masyarakat luas,” ucap TGH Malasari’ie.

Tindak tegas tentu akan dilakukan FKUB Lombok Tengah. Sebab jika kedzaliman ini terus dibiarkan yang kena bukan pada yang bersangkutan saja, melainkan seluruhnya.

“Turunnya azab atau teguran dari Allah SWT, tidak hanya menimpa pada orang itu, tetapi kita juga yang menjalankan syariat agama yang konsisten akan kena juga, sehingga jangan bosan-bosan untuk mengingatkan,” tutup dia.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #penata rias #fkub #cantik #sister hong lombok #makeup artis