LombokPost-Untuk mendukung swasembada pangan nasional dan meningkatkan produktivitas pertanian, Pemkab Lombok Tengah membentuk 12 Brigade Pangan.
Program ini sekaligus mendukung optimalisasi lahan yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI serta membangun sistem pertanian baru.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah M Kamrin mengatakan, Brigade Pangan beranggotakan kelompok tani milenial yang menjadi pengurus sekaligus petani dengan memanfaatkan teknologi pertanian.
Ia menyebut, produksi padi di Loteng rata-rata 5 ton per hektare dan melalui program ini diharapkan meningkat.
“Produksi padi itu bisa lebih dari 6 ton per hektare, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Lombok Tengah Baiq Tri Widiyakartini mengatakan, pembentukan Brigade Pangan difokuskan pada tiga kecamatan, yakni Praya Barat, Praya Barat Daya dan Pringgarata.
“Tiga kecamatan ini menjadi percontohan,” imbuh Tri.
Ia menjelaskan, satu Brigade Pangan terdiri atas 15 orang dan program ini masih dalam tahap persiapan, karena Kementerian Pertanian akan turun langsung memberikan pembinaan dan pelatihan.
“Mereka nantinya diberikan pelatihan agar bisa meningkatkan indeks penanaman di Lombok Tengah,” katanya.
Tri menambahkan, program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat generasi muda menjadi petani milenial dan diharapkan memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi petani.
“Program ini untuk meningkatkan produksi hasil pertanian,” kata Tri.
Editor : Kimda Farida