Aksi besar ini digagas Forum Silaturrahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) bersama pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian lingkungan sekaligus menyemarakkan HUT Brimob ke-80 dan HUT Polairud ke-75.
Bibit yang ditanam bukan asal-asalan. Sebanyak 1.000 bibit nangka merupakan bantuan Kementerian Kehutanan melalui Dr. Juniawan, putra asli Ranggagata yang kini berkarier di Malang. Sisanya, 1.200 bibit, merupakan sumbangan H. Sahri yang turut menyuntik semangat warga untuk menghijaukan kampung halaman.
Sebelum turun ke lokasi, seluruh peserta mengikuti apel pembagian tugas. Ketua FSKR H. Maskur menyerahkan bibit nangka secara simbolis kepada Danki Brimob Kompi Lombok Tengah AKP I Nengah Sumantra, yang dilanjutkan dengan penanaman perdana. Setelah itu, aksi masal dilakukan serentak di dua titik: dari batas Ranggagata–Ungga dan Ranggagata–Giri Sasak.
Sebanyak 50 personel Brimob dan 8 personel Polairud dikerahkan. Mereka dibagi dua kelompok, masing-masing 29 personel di dua jalur berbeda yang menjadi koridor penghijauan desa.
Ketua Panitia Baksos Sunardi menyebut kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian kepedulian warga Ranggagata yang merantau.
“Tahun ini kami sepakat membangun desa. Dimulai lomba mancing 16 Agustus, lalu bakti sosial layanan kesehatan gratis 19 Oktober, dan hari ini penanaman 2.200 bibit nangka,” ujarnya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Dirgahayu Brimob ke-80 dan Polairud ke-75,” lanjutnya.
Ia menambahkan, dukungan Brimob dan Polairud menjadi dorongan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan desa.
Danki Brimob Lombok Tengah AKP I Nengah Sumantra mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Ini luar biasa. Bukan untuk kita hari ini, tapi untuk anak cucu kita. Ke depan, buahnya bisa menambah ketahanan pangan warga,” katanya. Ia juga memuji kekompakan masyarakat Ranggagata yang peduli lingkungan.
Dengan ribuan bibit yang kini tertanam, jalur penghubung desa diproyeksikan menjadi koridor hijau baru di Lombok. Warga berharap program penghijauan ini berlanjut dan menginspirasi desa-desa sekitar. (*)
Editor : Marthadi