Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dibalik Kemegahan Sirkuit Mandalika, Sangkep Warige Menentukan Bau Nyale

Lestari Dewi • Jumat, 5 Desember 2025 | 12:15 WIB
TENTUKAN BAU NYALE: Para tokoh ada dari empat penjuru melaksanakan tradisi Sangkep Warige di Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12).
TENTUKAN BAU NYALE: Para tokoh ada dari empat penjuru melaksanakan tradisi Sangkep Warige di Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12).

Suasana khidmat menyelimuti ruangan Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika. Tempat yang biasanya dipenuhi deru mesin mobil dan motor yang balapan hingga sorak sorai penonton, kali ini menjadi saksi bisu sebuah prosesi adat sacral, Sangkep Warige.

----

ACARA musyawarah penentuan waktu pelaksanaan tradisi Bau Nyale 2026 hadirkan kontras yang unik. Di satu sisi, kemegahan fasilitas sirkuit modern berdiri tegak, sementara sisi lain, kearifan lokal budaya Sasak Lombok Tengah mengalir kental melalui kehadiran para tokoh adat.

Para tokoh adat dan budayawan yang hadir, mewakili empat Kecamatan Pujut, Praya Timur, Praya Barat, dan Praya Barat Daya, memancarkan aura wibawa. Mereka duduk melingkar, siap untuk berdiskusi dengan penuh rasa hormat. Suasana tradisional terasa kuat, sejenak melupakan hingar bingar sirkuit balap di sekeliling mereka.

Dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lalu Sungkul, pertemuan ini berlangsung dinamis. Setiap perwakilan tokoh adat secara bergantian menyampaikan perhitungan tanggal 19-20 bulan 10 penanggalan Sasak. Mereka merujuk pada tanda-tanda alam turun-temurun, seperti bunyi tengkerek, penampakan bintang rewot, dan penanggalan kuno yang menjadi rujukan pasti.

Meskipun terjadi perdebatan yang cukup panjang, mencari titik temu dari berbagai interpretasi tanda alam, suasana tetap terjaga dalam koridor adat dan saling menghormati. Setiap argumen disampaikan dengan landasan filosofi yang kuat, menunjukkan betapa kayanya pengetahuan lokal mereka.

Puncak dari suasana tersebut adalah ketika kesepakatan bulat tercapai. Ketukan palu simbolis mengesahkan keputusan bahwa Bau Nyale 2026 akan jatuh pada tanggal 7-8 Februari. Ada rasa lega dan kepuasan di wajah para tokoh, menandakan bahwa prosesi adat telah berjalan sempurna dan menghasilkan keputusan yang diyakini bersama.

Sangkep Warige di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini bukan sekadar rapat biasa. Ini adalah perwujudan nyata bagaimana Gumi Tatas Tuhu Trasna mampu menyandingkan masa lalu yang kaya tradisi dengan masa depan pariwisata yang modern. Memastikan bahwa kearifan lokal tetap menjadi denyut nadi utama dalam setiap perayaan penting daerah.

“Dinas Pariwisata selaku dinas yang melakukan promosi, hanya melaksanakan apa yang menjadi keputusan para tokoh dari empat kecamatan yang memutuskan Bau Nyale jatuh pada 7-8 Februari 2026. Untuk rangkaian kegiatan menyambut event ini masih tentatif dan puncak bau nyale akan dilaksanakan di Pantai Seger,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lalu Sungkul. 

Dengan ditetapkannya tanggal perayaan Bau Nyale ini maka pemerintah daerah segera melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Guna menentukan berbagai rangkaian untuk memeriahkan event tahunan tersebut. “Mulai dari Peresean dan berbagai kegiatan lainnya,” tutup dia.

Editor : Pujo Nugroho
#Lombok Tengah #Sirkuit Mandalika #Bau Nyale #sangkep warige