LombokPost-Angka kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan signifikan di Lombok Tengah (Loteng). Kawasan Kuta Mandalika masih menjadi destinasi pariwisata andalan dan paling banyak dikunjungi, khususnya wisatawan mancanegara.
Hal itu terlihat dari capaian okupansi atau keterisian kamar hotel dengan rata-rata 70 persen per bulan. Wisatawan menginap dengan rata-rata lama tinggal tiga hari. Data ini menunjukkan kunjungan wisatawan terus membaik.
“Kalau wisatawan domestik tidak begitu banyak. Mereka lebih banyak menginap di luar Loteng, seperti di Mataram,” sebutnya pada wartawan, Minggu (7/12).
Meski memiliki beberapa destinasi wisata, kata Sungkul, kawasan The Mandalika masih menjadi motor utama pariwisata di Gumi Tastura. Sehingga kawasan The Mandalika menjadi trigger bagi pariwisata daerah.
Terpisah, Ketua Mandalika Hotel Assocation (MHA) Samsul Bahri mengaku, secara umum angka okupansi hotel di kawasan The Mandalika cukup tinggi. Walau tidak sepanjang waktu. Sebab ketika low season, okupansi hotel rendah.
“Tetapi pada event-event tertentu angka melonjak cukup tinggi,” imbuhnya.
Pengusaha hotel mendorong agar pemerintah daerah semakin memperbanyak event-event lokal, nasional, dan internasional, terutama saat low season. Dengan mendorong wisatawan untuk datang dan menginap maka tingkat keterisian kamar hotel tetap terjaga.
“Kalau okupansi hotel meningkat, pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran juga tentunya ikut meningkat, contoh event lari malam hadir saat low season, ini bisa mendorong okupansi hotel,” tutup General Manager JM Hotel Kuta Mandalika ini.
Editor : Siti Aeny Maryam