Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Top! Bilebante Tembus Ajang Desa Wisata Dunia, Wakili Indonesia untuk Best Tourism Village 2026

Lestari Dewi • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:24 WIB
M Nursiah
M Nursiah

LombokPost-Desa Wisata Hijau Bilebante kembali mencuri perhatian setelah menjuarai Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025. Prestasi ini mengantarkan desa tersebut mewakili Indonesia dalam ajang Best Tourism Village (BTV) 2026, yang diinisiasi Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism/UNWTO).

Dalam kompetisi tingkat dunia tersebut, Desa Bilebante akan bersaing dengan desa wisata dari sekitar 30 negara anggota UN Tourism. Persiapan menghadapi ajang internasional ini telah dimulai, dengan fokus pada kelengkapan data dan dokumen pendukung penilaian.

Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan pendampingan agar Desa Bilebante berkembang menjadi desa wisata hijau. Upaya ini tidak hanya berupa dukungan APBD, tetapi juga program dari pemerintah pusat.

Menurut wabup, kunjungan wisatawan ke desa wisata hijau ini cukup diminati. Mereka tertarik pada konsep wisata berbasis alam, dukungan masyarakat, lingkungan, serta kreativitas dan inovasi desa. “Orang lain saja mengakui Bilebante, apalagi kita,” katanya pada wartawan, Kamis (11/12).

Mantan Sekda Loteng ini mendorong desa-desa lain mencontoh pencapaian tersebut. Mulai dari Desa Bonjeruk, Desa Sintung, Desa Mas-Mas, Desa Aik Berik, Desa Sukarara, Desa Aik Bukak hingga desa-desa wilayah selatan.

“Kita harapkan semua desa-desa wisata ini bisa bergerak ke sana,” ucap politisi Golkar ini.

Terpisah, Kepala Desa Bilebante Asrok Mudailun menyatakan kesiapan desanya. “Untuk teknisnya kita masih menunggu arahan dari Kemenpar. Namun persiapan dari desa sudah dimulai dan pada prinsipnya kita siap,” kata dia.

Desa Bilebante mulai merintis program desa wisata sejak tahun 2016, bermula dari inisiatif usaha kecil ibu rumah tangga. Seiring waktu, desa ini berkembang dan menawarkan paket wisata, antara lain wisata bersepeda dan ATV di area persawahan, wisata pancingan, pijat tradisional, cooking class, serta paket wisata religi dan budaya.

Ikon utama desa wisata ini adalah Pura Lingsar Kelud, pura tertua di Pulau Lombok. Keunikan ini didukung harmonisasi masyarakat yang damai. Dari delapan dusun, dua di antaranya mayoritas beragama Hindu, sementara sisanya beragama Islam.

Semua paket wisata telah dijual secara daring (online), memungkinkan wisatawan melakukan pemesanan sebelum berkunjung. “Semua sudah serba digital,” sebut Asrok.

Program desa wisata ini berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi salah satu poin yang membuat Desa Bilebante meraih juara di ADWI 2025. Angka kunjungan wisatawan juga terus meningkat, didominasi wisatawan mancanegara.

Sebagai informasi, penghargaan BTV diberikan setiap tahun, dan pemenang terbaru untuk tahun 2025 diumumkan pada Oktober 2025, di mana Desa Pemuteran, Bali, Indonesia, termasuk di antara desa yang diakui secara global.

Beberapa desa di Indonesia, seperti Desa Pela di Kalimantan Timur dan Desa Bilebante di NTB, sedang dipersiapkan menjadi calon perwakilan Indonesia dalam ajang BTV 2026.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #Indonesia #2026 #Desa Bilebante #Best Tourism Village #Wakili #top