Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NGO Turut Berperan Wujudkan MASMIRAH, Refleksi Mitra Bapperida Lombok Tengah

Lestari Dewi • Senin, 15 Desember 2025 | 14:02 WIB
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah

LombokPost-Pembangunan Daerah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) merupakan tugas bersama, baik itu sebagai pemerintah daerah atau pun sebagai masyarakat, khususnya dalam kapasitas sebagai penyelenggara Lembaga Non Pemerintahan atau Non-Governmental Organization (NGO).

Pembangunan daerah merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, kemandirian ekonomi dan keberlangsungan lingkungan. Sehingga semua pihak perlu berkolaborasi bergandengan tangan untuk sama-sama mewujudkan pembangunan yang berkualitas bagi Gumi Tatas Tuhu Trasna dan segenap warganya.

Refleksi Mitra Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng merupakan acara yang diadakan untuk meningkatkan hubungan kerja antara pemkab Loteng dengan NGO. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dan mengoptimalkan sumber daya dalam penyelesaian masalah atau isu yang ada di Loteng.

“Kegiatan ini untuk memastikan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh NGO dan pemkab bisa saling melengkapi dan saling mendukung,” ucap Wakil Bupati (wabup) Loteng M Nursiah pada Koran ini, Sabtu (13/12).

Kegiatan Refleksi Mitra Bapperida ini telah berjalan selama tiga tahun, dimulai sejak tahun 2023. Peserta undangan pun berasal dari 42 lembaga yang bergerak pada bidang yang berbeda-beda, yakni kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan sebagainya.

“Semoga keterlibatan NGO dalam pembangunan daerah di Lombok Tengah bisa mewujudkan masyarakat Lombok Tengah yang mandiri, berdaya saing, sejahtera dan harmonis (Masmirah),” terang Wabup Nursiah.

Mantan Sekda Loteng ini menyebut, telah mendengarkan berbagai macam program yang dilakukan NGO tahun 2025 serta rencana mereka di tahun berikutnya. Wabup Nursiah sangat berharap program-program yang dibawa NGO tetap dilanjutkan dan pemerintah siap memperkuat kolaborasi.

Sebab, temu mitra dalam format refleksi ini dapat memunculkan program-program yang konvergen antar semua pihak. Sehingga semua permasalahan di Loteng dapat diatasi dengan lebih mudah.

“Program NGO ini sangat nyata dan berbuat di masyarakat serta ada hasilnya, jika dikalkulasi program anggaran mereka, itulah yang masuk di Lombok Tengah sehingga sangat membantu pembangunan daerah Lombok Tengah,” ucap politisi Golkar ini.

Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata menambahkan, dari total 50 NGO yang ada di Loteng hanya 20 NGO yang masih aktif menjalankan program pada bidang-bidang yang telah disebutkan Wabup Nursiah. Saat ini, pihaknya segera menggandeng NGO baru yang terjun di bidang pelayanan dasar berupa sanitasi.

“Kami melihat sangat banyak keterlibatan NGO ini dalam membantu pembangunan daerah, terutama soal perlindungan anak, pendidikan yang mendorong meningkatnya literasi,” katanya. 

Sebab itu, melalui refleksi mitra Bapperida ini pihaknya ingin mengevaluasi kinerja NGO. Menilai sejauh mana program pembangunan yang sudah berjalan mencapai target.

Memperkuat kerjasama antara pemerintah dan mitra pembangunan. Mengidentifikasi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program. Serta merumuskan langkah strategis dan inovasi untuk pembangunan Loteng ke depan.

“Refleksi ini forum penting untuk memastikan pembangunan di Loteng berjalan efektif dan partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat,” tutup Wiranata. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #Mitra #refleksi #NGO #wakil bupati #nursiah #Bapperida