LombokPost-Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lombok Tengah (Loteng) meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi pada musim tanam pertama atau musim hujan 2025-2026. Guna memastikan penyaluran tepat sasaran kepada yang berhak.
“Kami melakukan rapat koordinasi untuk meningkatkan pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi untuk memastikan tepat sasaran,” kata Asisten II Setda Loteng Lendek Jayadi, Minggu (14/12).
Ia mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi hingga November mencapai 88 persen tahun ini. Artinya, sekitar 12,09 persen yang belum disalurkan dari total kuota pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah.
“Yang belum disalurkan itu sekitar 2.996 ton atau 12,09 persen baik untuk pupuk Urea maupun NPK,” katanya.
Jayadi menekankan, kepada para petugas maupun OPD terkait untuk melakukan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan para kelompok tani diharapkan melakukan penebusan.
“Pupuk bersubsidi ini harus bisa disalurkan semua, untuk 54 ribu hektare lahan yang telah ditanami padi pada musim hujan tahun ini,” kata Jayadi.
Dikatakan, hingga akhir bulan Desember penyaluran pupuk bersubsidi harus rampung. Penyaluran pupuk bersubsidi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian di Loteng.
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Loteng Zaenal Arifin mengatakan, alokasi pupuk untuk tahun 2025 terdiri atas Urea 24.506 ton, NPK sebanyak 22.082 ton dan pupuk organik 2.545 ton dengan luas tanam mencapai 96 ribu hektare per tahun.
Sementara untuk jumlah E-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) terdiri atas Urea 28.397 ton, NPK 36.278 ton dan organik 8.493 ton.
Jika dibandingkan antara alokasi dengan E-RDKK atau kebutuhan tahun 2025 untuk Urea saat ini sudah terpenuhi 86,30 persen dan NPK 60,78 persen. Sementara tahun 2024 untuk Urea ada 96,86 persen dan NPK ada 66,99 persen.
“Ini ada penurunan kalau dibandingkan dengan tahun 2024,” ungkapnya.
Editor : Jelo Sangaji