Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nilai Investasi KEK Mandalika Rp 5,7 Triliun, Begini Tanggapan Wakil Bupati Lombok Tengah

Lestari Dewi • Kamis, 18 Desember 2025 | 12:10 WIB
Sejumlah mobil balap adu kecepatan dalam ajng Mandalika Festival of Speed 2025 putaran final di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, pekan lalu.
Sejumlah mobil balap adu kecepatan dalam ajng Mandalika Festival of Speed 2025 putaran final di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, pekan lalu.

LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat hingga Triwulan IV tahun 2025 total investasi yang telah masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mencapai Rp 5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen.

Ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati (wabup) Lombok Tengah (Loteng) M Nursiah mengapresiasi nilai investasi tersebut. Ini menunjukkan kebermanfaatan hadirnya KEK Mandalika sudah mulai terasa signifikan.

“Mulai dari terserapnya tenaga kerja lokal, produk lokal UMKM, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sebagainya,” ucap Wabup Nursiah pada wartawan, Rabu (17/12).

Melihat angka ini, kata Wabup Nursiah, maka keterlibatan pemerintah daerah yang perlu terus dilakukan dan ditingkatkan adalah mempermudah perizinan bagi para investor. Kemudian, berkolaborasi menjaga keamanan dan kondusivitas daerah yang melibatkan peran masyarakat sekitar.

“Hal-hal inilah yang terus kami (Pathul-Nursiah, red) tekankan dalam mendorong investasi ini masuk ke Lombok Tengah,” ucap Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC Ahmad Fajar menyampaikan, KEK Mandalika yang dikembangkan ITDC kini memasuki fase pengembangan tahap berikutnya (Next Chapter of The Mandalika) seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas kawasan.

Sejumlah inisiatif strategis tengah dipersiapkan, antara lain masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan retail–lifestyle untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.

ITDC menegaskan peran strategis KEK Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator bagi perekonomian nasional, khususnya melalui pemanfaatan Sirkuit Internasional Mandalika sebagai traffic puller di kawasan. Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. 

“Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC ini.

Fajar menegaskan, dampak ekonomi signifikan dari berbagai ajang internasional yang diselenggarakan di sirkuit Mandalika.

Event MotoGP Indonesia, misalnya, mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton sebanyak 140.324 ribu orang. 

Ajang MotoGP Indonesia juga berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun, menghasilkan media value hingga Rp 1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, yang mencerminkan kontribusi nyata KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional. 

Selain menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang balap kelas dunia, kata Fajar, Sirkuit Mandalika saat ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas. 

Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika, yang tercermin antara lain dari keberadaan 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

Untuk terus menjaga keberlangsungan dampak sirkuit, ITDC telah menyiapkan rangkaian event dalam kalender yang terstruktur sepanjang tahun 2026. Antara lain, melalui penyelenggaraan Mandalika Racing Series dan Mandalika Festival of Speed yang digelar dalam beberapa putaran sepanjang tahun.  

Sejumlah event unggulan lainnya seperti GT World Challenge Asia, Pertamina Mandalika Racing Series, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP), tetap diposisikan sebagai anchor event guna menjaga visibilitas KEK Mandalika di panggung global sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku industri dan investor.

“Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata,” terang Ahmad Fajar.

KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi. Kawasan The Mandalika dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok. 

KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.

KEK Mandalika dirancang sebagai sportstainment ecosystem yang terintegrasi dalam satu masterplan, mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian, sehingga mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.

“Kami berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lainnya di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata,” tutup Fajar. 

Editor : Marthadi
#investasi #Lombok Tengah #wakil bupati #nursiah #ITDC #KEK Mandalika