Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral Kades Bonder di Lombok Tengah Mandi Lumpur, Alat Berat Langsung Keruk Sedimentasi Jalan Raya Wisata

Lestari Dewi • Rabu, 24 Desember 2025 | 11:08 WIB
Alat berat eskavator menggali sejumlah titik drainase yang tertimbun tanah dan sampah di sepanjang jalan raya wisata Penujak-Selong Belanak di Desa Bonder, Praya Barat, Lombok Tengah, Selasa (23/12).
Alat berat eskavator menggali sejumlah titik drainase yang tertimbun tanah dan sampah di sepanjang jalan raya wisata Penujak-Selong Belanak di Desa Bonder, Praya Barat, Lombok Tengah, Selasa (23/12).

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah menurunkan alat berat untuk memperbaiki saluran drainase di Jalan Raya Wisata Penujak-Selong Belanak, Desa Bonder, Praya Barat.

Penurunan alat berat tersebut dilakukan setelah aksi Kepala Desa Bonder mandi lumpur viral di media sosial.

Kepala Desa Bonder Selamat Riadi menyampaikan, alat berat diturunkan karena pemerintah desa dan masyarakat tidak mampu memperbaiki saluran drainase secara manual.

Kondisi sedimentasi drainase dinilai sudah cukup parah karena tertimbun tanah.

“Alat berat dari Dinas PUPR Loteng ini turun untuk menggali saluran air yang sedimentasinya sudah parah,” ungkapnya kepada wartawan di sela perbaikan ruas jalan, Selasa (23/12).

Ia mengakui, tertutupnya saluran air menjadi salah satu penyebab rusaknya ruas Jalan Raya Wisata Penujak-Selong Belanak.

Aliran air yang seharusnya melalui saluran justru berpindah ke badan jalan.

Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya lalu lintas kendaraan yang melintasi ruas jalan strategis tersebut.

“Setelah alat berat turun, jelas bentukan irigasinya, kami di desa akan lanjutkan pemeliharaan secara swadaya,” terang Rebe, sapaan akrabnya.

Rebe menuturkan, kerusakan ruas jalan tidak hanya terjadi di Desa Bonder karena jalan tersebut melintasi Desa Penujak, Desa Selong Belanak, dan Desa Tumpak.

Karena itu, diperlukan koordinasi antarpemerintah desa untuk bersama-sama memperbaiki jalan secara seadanya di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah pusat ke daerah.

“Langkah jangka pendek ini, kami akan keruk saluran drainase yang masih kosong, tidak ada permukiman. Kalau nantinya harus menggali dan mengenai lahan warga, desa akan berkoordinasi bersama warga dulu,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi Kepala Desa Bonder mandi lumpur viral di media sosial sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah.

Rebe mengakui, aksi spontan tersebut bukan semata-mata untuk menyindir pemerintah daerah, melainkan bentuk kekesalannya terhadap kondisi di lapangan, termasuk sikap warga dan pengendara yang melintas.

“Sebenarnya tidak, karena saya juga bagian dari pemerintah tetapi melihat situasi lapangan cukup parah timbul aksi mandi lumpur,” cetusnya.

Ia menuturkan, pemerintah desa telah melakukan perbaikan sebagian ruas jalan secara swadaya. Namun, kondisi jalan yang masih basah tetap dilalui pengendara meski telah dipasang tanda peringatan.

Padahal, meski ruas Jalan Raya Penujak-Selong Belanak tergolong sempit, hal itu tidak menjadi alasan untuk merusak jalan yang sedang diperbaiki.

“Begitu juga masyarakat, mereka abai untuk bergotong royong membersihkan saluran drainase padahal saluran berada tepat di depan rumah warga,” katanya.

Ia menyebutkan, sebagian warga justru menganggap aksi turun lapangan yang dilakukannya sebagai solusi utama perbaikan drainase.

Padahal, tujuan utama aksi tersebut untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan membersihkan drainase yang tersumbat.

“Kami hanya bisa berharap (masyarakat) untuk bersama-sama menjaga fasilitas negara,” tandasnya.

M Nursiah
M Nursiah

Terpisah, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menyampaikan, pemkab telah bertemu dengan Pemerintah Desa Bonder.

Aksi yang dilakukan kepala desa dinilai sebagai hal biasa dan merupakan bentuk kritik yang membangun daerah, mengingat kondisi jalan yang rusak memang dirasakan langsung masyarakat dan pengendara.

“Dari kondisi ini, tidak hanya Bonder, dinas terkait sudah menjelaskan pada masyarakat kondisi jalan (belum diperbaiki) tersebut,” katanya.

Wabup Nursiah menyebutkan, pemerintah daerah belum dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh karena adanya pemangkasan transfer pusat ke daerah sebesar Rp 429 miliar pada 2026.

“Yang jelas Pak Bupati dan saya (wakil bupati) tentu tetap memikirkan, mencarikan solusi agar ruas jalan ini segera diperbaiki, di tengah kondisi APBD terpangkas oleh TKD,” kata politisi Golkar ini.

Karena itu, Wabup Nursiah berharap Jalan Raya Penujak-Selong Belanak yang saat ini berstatus jalan kabupaten dapat diusulkan naik status menjadi jalan provinsi.

Usulan tersebut diajukan mengingat intensitas lalu lintas di ruas jalan tersebut cukup tinggi, ditambah kondisi jalan yang sempit.

“Kita usulkan karena memang sudah layak untuk diusulkan menjadi jalan provinsi,” tutup mantan Sekda Loteng ini. 

Editor : Kimda Farida
#drainase #Pemkab Lombok Tengah #Mandi Lumpur #kepala desa #Bonder #wakil bupati #viral #nursiah #alat berat #jalan rusak