LombokPost-Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah mengingatkan pengunjung, wisatawan, pedagang, serta pengelola wisata agar tetap menjaga kebersihan.
Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya kunjungan wisata pada momen libur Tahun Baru 2026.
“Saya menekankan kepada para pengelola untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Pengunjung juga diharapkan tetap menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah saat mengunjungi Pantai Tanjung Aan, Desa Kuta, Pujut, Kamis (1/1).
Pantauan Lombok Post, Wakil Bupati Lombok Tengah mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Salah satunya Desa Wisata Sade, Desa Rembitan.
Di lokasi tersebut, wakil bupati melihat langsung kondisi fasilitas toilet bagi pengunjung. Meski terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti wastafel rusak, secara umum fasilitas dinilai masih layak.
“Alhamdulillah di Desa Wisata Sade kondisinya bersih, toilet juga cukup bersih dan wangi, air bersih dari sumur bor juga mencukupi kebutuhan wisatawan,” terangnya.
Kunjungan dilanjutkan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, meliputi Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta Mandalika.
Wakil bupati menilai kawasan favorit masyarakat lokal tersebut diprediksi akan semakin ramai hingga Minggu (4/1).
Namun, di Pantai Tanjung Aan belum tersedia fasilitas toilet maupun bilik bilas bagi pengunjung.
Meski diakui, kawasan tersebut dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), ketiadaan fasilitas dasar itu tetap menjadi keluhan pengunjung.
Wabup menyatakan akan menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak ITDC. Ia menilai, dari ujung barat hingga timur KEK Mandalika terlihat cukup ramai pengunjung. Karena itu, perlu dikaji kemungkinan penyediaan toilet portabel.
“Nanti kami coba sampaikan ke ITDC dan dinas teknis terkait, apakah toilet portabel ini bisa ada atau tidak,” ujarnya.
Salah satu pengunjung Pantai Tanjung Aan, Wawan Kurniawan, mengeluhkan tidak adanya fasilitas toilet dan bilik bilas. Ia yang datang berlibur bersama keluarga besar mengaku cukup kesulitan. “Fasilitas untuk salat juga tidak ada,” singkatnya.
Sementara itu, Polres Lombok Tengah menggelar kegiatan doa bersama lintas agama sebagai simbol kuatnya toleransi, kebersamaan, dan persatuan di daerah, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar Polres Loteng dapat terus memberikan pelayanan terbaik serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutup Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto.
Editor : Kimda Farida