Tidak perlu menyalakan kembang api spektakuler, banyak cara dapat dilakukan merayakan momen pergantian akhir tahun 2025 ke tahun 2026.
Seperti yang dilakukan InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, lepas sambut penumpang dengan pengalungan kain tenun khas Lombok.
----
SAAT jarum jam melampaui tengah malam, mengubah 31 Desember 2025 menjadi 1 Januari 2026, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) tidak merayakannya dengan gemerlap kembang api.
Bandara ini memilih kehangatan tradisi dan janji pelayanan tulus, menjadi jembatan yang menghubungkan kisah akhir tahun dengan lembaran awal tahun baru.
Perpisahan dengan tahun 2025 berlangsung dengan cara yang personal.
Pukul 19.48 Wita, ketika pesawat AirAsia QZ463 tujuan Kuala Lumpur Malaysia bersiap lepas landas, kru dan penumpang terakhir di tahun itu disapa langsung jajaran manajemen InJourney Airports BIZAM.
Momen tersebut bukan sekadar pelepasan.
Para penumpang dan awak pesawat menerima pengalungan selendang tenun khas Lombok, simbol budaya dan kekayaan NTB yang diberikan sebagai ungkapan penghormatan dari hati.
Fajar 1 Januari 2026 membawa energi baru yang disambut BIZAM dengan tangan terbuka.
Pada pukul 07.35 Wita, pesawat Citilink QG670 dari Surabaya mendarat membawa tamu perdana di tahun baru. Di pintu gerbang kedatangan, suasana hangat telah menanti.
Baca Juga: Pantau Libur Tahun Baru, Wakil Bupati Lombok Tengah Ingatkan Kebersihan Wisata
Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo bersama General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian turun langsung menyambut kedatangan tersebut.
Penumpang dan awak pesawat perdana kembali menerima pengalungan selendang tenun, menjadikan kain tradisional Lombok sebagai simbol jabat tangan selamat datang di gerbang NTB.
“Perayaan ini adalah simbol optimisme, harapan pertumbuhan, konektivitas dan pariwisata yang terus membumbung tinggi di tahun 2026,” ujar General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian.
Aidhil menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan yang paling utama pelayanan sepenuh hati, memastikan Lombok tetap menjadi destinasi primadona yang mudah dijangkau dan mengesankan sejak tapak pertama di landasan.
Humas InJourney Airports BIZAM Angga Maruli menambahkan, awal tahun baru 2026 jumlah pergerakan penumpang yang berangkat maupun tiba di Bandara Lombok mencapai 7.278 orang per hari.
Catatan positif tersebut sejalan dengan capaian sebelumnya. Selama dua pekan pelaksanaan posko terpadu angkutan udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, terhitung sejak 15 hingga 28 Desember 2025, Bandara Lombok mencatat pertumbuhan signifikan trafik angkutan udara.
Dalam periode tersebut, bandara melayani 114.586 pergerakan penumpang.
Peningkatan jumlah penumpang turut diikuti pergerakan pesawat yang menunjukkan tren positif.
Tercatat 1.289 pergerakan pesawat atau tumbuh 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika bandara hanya melayani 902 pergerakan pesawat.
Dari total tersebut, terdapat 13 penerbangan ekstra (extra flight) yang melayani rute Bima, Bali, Surabaya, dan Jakarta untuk mengakomodasi lonjakan permintaan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
“Adapun puncak pergerakan pesawat terjadi pada H-1 Natal atau 24 Desember 2025 dengan total 108 pergerakan pesawat,” tutup dia.
Editor : Kimda Farida