LombokPost-Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) terus bergerak di awal 2026. Terbaru, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menjalin kerja sama dengan PT Sapo Development Lombok, investor asal Spanyol. Dengan nilai investasi Rp 55 miliar, mereka akan membangun 50 unit vila di LOT KGH1 dan KGH2 KEK Mandalika.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana mengatakan, dua lot yang dikerjasamakan seluas 1,6 hektare. Lokasinya berada di sebelah timur kantor ITDC atau eks pasar Desa Kuta. Lahan tersebut akan dibangun akomodasi penginapan berupa vila.
“Mereka berencana beroperasi vila pada awal tahun 2028, pembangunan akan dimulai bulan Juli 2026 dengan nilai investasi Rp 55 miliar, luar biasa,” ucapnya usai penandatanganan kerja sama di kantor ITDC, Kuta, Pujut, Rabu (14/1).
Febi, sapaannya, menjelaskan investor asal Spanyol ini baru kali pertama berinvestasi di KEK Mandalika. Namun, mereka telah mengembangkan investasi di Bali, Filipina, hingga Jepang. Investor Spanyol memilih KEK Mandalika karena melihat peluang besar.
“Dan memang sudah lama mengincar (berinvestasi di Lombok), bahkan sudah memploting anggaran mereka untuk berinvestasi di sini. Semoga ke depannya berjalan lancar,” imbuhnya.
ITDC memastikan rencana investasi ini berjalan lancar. Febi mengaku telah menerima portofolio perkembangan investasi perusahaan tersebut. Namun, konsep pembangunan vila di Mandalika masih dalam tahap penggodokan hingga peletakan batu pertama pada pertengahan tahun nanti.
“Semacam rekomendasi yang kemudian dirancang dan diawasi sehingga mereka deal berinvestasi di Mandalika,” kata Febi.
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, kehadiran investor asing dari Jepang, Maroko, hingga Spanyol memperkuat posisi KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata berstandar internasional dengan ikon utama Sirkuit Internasional Mandalika.
“Investasi terus bergerak di awal tahun, memberikan energi positif bagi KEK Mandalika,” ucapnya.
Troy memastikan investasi ini akan menyerap tenaga kerja. Namun, ITDC berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal dengan kualitas SDM mumpuni. “Artinya ada spesifikasi yang harus diikuti, tidak asal berbondong-bondong dengan kualitas rendah,” tegas Troy.
Langkah tegas ini diambil ITDC untuk mengangkat derajat KEK Mandalika dan Provinsi NTB.
“Sesuai tagline Bapak Gubernur, NTB Makmur Mendunia ini menjadi salah satu bukti nyata dari apa yang kita lakukan bersama-sama, SDM ini harus cakap, profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” bebernya.
Kepala Administrator KEK Mandalika Bambang Wicaksono menambahkan, KEK Mandalika menjadi instrumen penting dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal.
“Dengan banyaknya investor yang masuk ini terus kita laporkan ke Bapak Presiden, dengan masuknya investor asal Spanyol ini maka jumlah investor yang sudah ada sebanyak 34 investor, baik itu secara LUDA (perjanjian lahan, red) maupun PKS,” singkatnya.
Editor : Jelo Sangaji