Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Tengah Tuntaskan Rehabilitasi 98 Sekolah di 2025

Lestari Dewi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:52 WIB
Sejumlah siswa berkumpul saat jam istirahat di SMPN 1 Praya, beberapa waktu lalu.
Sejumlah siswa berkumpul saat jam istirahat di SMPN 1 Praya, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Upaya Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memoles wajah pendidikan di Gumi Tatas Tuhu Trasna menunjukkan progres signifikan.

Sepanjang 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng menuntaskan rehabilitasi 98 satuan pendidikan yang sebelumnya memprihatinkan.

Data terhimpun menunjukkan perbaikan mencakup 54 Sekolah Dasar (SD), 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 satuan pendidikan TK dan PAUD. Program ini menyasar sekolah dengan kerusakan berat di atas 50 persen.

Kepala Disdikbud Loteng Idham Khalid mengungkapkan seluruh pengerjaan fisik tahun 2025 dilakukan melalui sistem swakelola.

Pihak sekolah membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan secara mandiri untuk mengawasi jalannya proyek.

“Alhamdulillah, progres pekerjaan sudah 100 persen. Seluruhnya telah dilakukan serah terima dan penandatanganan berita acara kepada direktorat masing-masing,” jelas Idham, Kamis (15/1).

Total anggaran program ini mencapai Rp 100 miliar. Dana tersebut bersumber dari kolaborasi APBN melalui program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta APBD Loteng yang sebagian berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) dewan.

“Ada (dari pokir), tapi tidak banyak,” cetus dia.

Meski 98 sekolah tuntas diperbaiki, Idham mengakui tantangan masih besar. Sarana pendidikan di Loteng masih didominasi kerusakan. Dari populasi sekolah yang ada, baru 30 persen berkondisi baik, sementara 70 persen sisanya menunggu giliran rehabilitasi.

“Kondisinya memang masih memprihatinkan. Butuh anggaran yang sangat besar untuk menuntaskan sisa sekolah yang rusak tersebut,” imbuhnya.

Kabar baiknya, perhatian pemerintah pusat untuk Loteng tidak mengendur pada 2026. Pemkab Loteng kembali mendapatkan “durian runtuh” berupa peningkatan kuota program revitalisasi.

Baca Juga: Dijuluki King Hanfu! Kenapa Luo Yun Xi Mendadak Jadi Penguasa Busana Klasik?

Tahun ini, Loteng dijatah 154 sekolah untuk jenjang SD dan 49 sekolah untuk SMP. “Hampir dipastikan semua ini terealisasi, tinggal menunggu proses verifikasi ketat dari tim fasilitator pusat yang turun langsung ke lapangan,” ungkap Idham optimistis.

Tahap awal 2026, sebanyak 25 sekolah selesai diverifikasi dan kini menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan untuk memulai pengerjaan fisik.

Langkah bertahap ini menjadi solusi konkret menghapus status sekolah rusak dan memberikan kenyamanan belajar bagi siswa di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Editor : Kimda Farida
#Pemkab Lombok Tengah #Sekolah #Tuntas #2025 #revitalisasi