Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Tengah Targetkan Stunting Turun ke Angka 7 Persen

Lestari Dewi • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr Suardi sampaikan target penurunan angka stunting di tahun ini, Senin (19/1).
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr Suardi sampaikan target penurunan angka stunting di tahun ini, Senin (19/1).

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah menargetkan angka stunting tahun ini mencapai tujuh persen. Target ini optimis tercapai karena persentase stunting yang semula 10 persen berangsur menyentuh satu digit. Pada akhir 2025, angka tersebut berada pada posisi 9,81 persen atau 8.022 balita.

“Kita targetkan menyentuh satu digit, tahun ini (ditargetkan) tujuh persen, kita akan terus tekan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah dr Suardi kepada wartawan, Senin (19/1).

Untuk menekan angka stunting, Dikes telah menganalisis kategori balita yang rentan. Salah satunya, bayi atau balita pada rentang usia 12 hingga 35 bulan. Pada usia tersebut, balita lahir dari ibu yang berusia di bawah 19 tahun atau akibat pernikahan dini.

“Maka dari itu, melihat usianya ini perlu melibatkan peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama hingga sekolah agar aktif mensosialisasikan pencegahan pernikahan dini karena berpotensi melahirkan bayi stunting,” beber dr Suardi.

Suardi optimis angka stunting di Gumi Tastura bisa menurun signifikan. Hal ini didorong gotong royong para pemangku kepentingan untuk mengintervensi melalui pemberian makanan bergizi. Meski demikian, ia tidak menampik kendala pencegahan masih ditemui di lapangan.

“Secara tidak langsung disebabkan pernikahan dini, sedangkan penyebab langsungnya karena penyakit infeksi, pola asuh keluarga yang kerap sembarangan memberikan makanan dan minuman,” kata dia.

Terpisah, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menekankan penurunan angka stunting secara konsisten. Instansi terkait seperti Dikes, DP3AKB, hingga Bapperida Loteng diminta terlibat aktif menurunkan persentase ini. 

Kendati persentase sudah satu digit, bukan berarti harus berpuas diri. Capaian tersebut justru harus menjadi motivasi dalam menyiapkan program kegiatan penurunan angka stunting. “Programnya sudah disiapkan, salah satunya Lempot Stunting,” ujar politisi Golkar ini.

Program tersebut menyasar kepala keluarga yang memiliki balita stunting. Pemkab memberikan bantuan berupa kandang, 18 ekor ayam petelur, dan pakan yang diawasi Dinas Pertanian (Distan) Loteng. Program ini sudah disebar di beberapa titik di Desa Aik Bual.

“Setelah dijelaskan program ini, hasil evaluasi kami sudah mulai menghasilkan. Telur-telur bisa dimasak untuk diolah dan dimakan balita stunting,” kata mantan Sekda Lombok Tengah ini. 

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #Satu #wakil bupati #Dinas Kesehatan #digit #target #Stunting