LombokPost-Tiga jembatan penghubung di Desa Tanak Rarang, Kecamatan Praya Barat terputus akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat sejak Selasa (20/1) sore hingga Rabu (21/1) pagi.
Kondisi ini menyebabkan akses transportasi lumpuh total karena tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Memang bisa dilalui dengan berjalan kaki, tapi ini bahaya juga bagi anak-anak sekolah, apalagi aliran sungai cukup deras,” ungkap Kepala Desa Tanak Rarang Deboh kepada wartawan, Rabu (21/1).
Kepala Desa Tanak Rarang Deboh menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi memicu luapan debit air sungai.
Luapan tersebut membawa material sampah berupa batang kayu.
Hal ini diperparah ambruknya pohon besar di bantaran sungai akibat tanah yang tidak mampu menahan beban.
“Air sungai juga meluap hingga ke rumah warga yang tinggal di pinggir aliran sungai,” tambahnya.
Ketiga jembatan yang putus berada di Dusun Tanak Rarang Timur menuju Desa Setanggor dan Penujak, Dusun Tanak Rarang Barat menuju Desa Bonder, serta Dusun Pepandan menuju Desa Bonder.
“Jembatan yang ini (Dusun Tanak Rarang Timur) sebenarnya juga sudah termakan usia, tidak mampu lagi menahan debit air sehingga putus. Sedangkan di Pepandan ini sebenarnya sudah kita perbaiki, tapi habis juga tergerus aliran air sungai,” jelas Deboh.
Kepala Desa berharap Pemkab Lombok Tengah segera menangani kerusakan tersebut.
Apalagi, ketiga jembatan itu merupakan akses vital warga untuk sektor pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.
Deboh menyebut bencana akibat cuaca ekstrem ini merupakan yang terparah tahun ini karena memutus total akses kendaraan.
Walau dapat dilewati pejalan kaki, risiko keselamatan cukup tinggi karena arus sungai yang deras.
“Segera kami bergotong royong untuk perbaiki agar ada akses jalan bersekolah,” ucap Deboh.
Terpisah, Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah mengatakan, pimpinan daerah telah merespons cepat laporan bencana yang masuk, mulai dari jembatan putus, jalan rusak, hingga rumah terdampak puting beliung.
Laporan tersebut telah ditindaklanjuti OPD teknis mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas LHK, Dinas Perkim, hingga Damkartan Lombok Tengah.
“Kita sudah mulai siapkan apa saja logistik yang dibutuhkan, material perbaikan kita siapkan juga, sembako pun demikian,” kata politisi Golkar ini.
Wakil Bupati menambahkan, infrastruktur publik yang rusak akibat bencana dapat diusulkan perbaikan sementara melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT).
Meski anggaran BTT tahun ini turun menjadi Rp 2,5 miliar dari sebelumnya Rp 4 miliar, ia meyakini jumlah tersebut masih mencukupi.
“Kalau anggaran habis dan tidak mencukupi, maka pemkab wajib untuk menyiapkannya kembali melalui pengajuan anggaran tambahan di APBD,” tegas Wakil Bupati Nursiah.
Selain di Tanak Rarang, hujan lebat juga memicu banjir di wilayah Bangket Parak, Desa Kidang, Praya Timur.
Sementara itu, angin puting beliung merusak sejumlah rumah warga di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, serta mengakibatkan belasan tiang listrik ambruk dan pohon tumbang di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
“Hingga saat ini, BPBD Loteng masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan serta memastikan kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi,” pungkas Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah Ridwan Macruf.
Editor : Akbar Sirinawa