LombokPost-Perhelatan budaya nasional Bau Nyale pekan depan akan digelar di empat lokasi berbeda di Lombok Tengah. Kawasan Pantai Seger tetap menjadi pusat utama yang akan dimeriahkan oleh penampilan grup band Geisha pada malam puncak acara.
“Saat ini persiapan sudah mencapai 90 persen, ada beberapa item sedang kami persiapkan untuk teknikal meetingnya, termasuk izin keramaian dari Polres Lombok Tengah,” ucap Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng Lalu Wiranata kepada wartawan, Kamis (29/1).
Tiga lokasi lain yang juga menjadi pusat keramaian antara lain Pantai Selong Belanak di Kecamatan Praya Barat, Pantai Torok Aik Belek di Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya, serta Teluk Awang di Kecamatan Pujut.
Baca Juga: Akses ke Bukit Seger Lombok Tengah Keropos, Bahayakan Wisatawan
Rangkaian perayaan Bau Nyale dijadwalkan dimulai pada Minggu (1/2) mendatang dengan pergelaran peresean selama empat hari. Selanjutnya, pada Jumat (6/2), karnaval budaya bertajuk Seribu Putri Mandalika akan memeriahkan kawasan Pantai Kuta.
“Di malam puncak Bau Nyale, selain penampilan dari Geisha juga ada penobatan Putri Mandalika,” bebernya.
Wiranata menjelaskan, perayaan tahun ini dikonsepkan cukup sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir dan angin puting beliung. Selain itu, kondisi anggaran daerah yang terbatas turut menjadi pertimbangan efisiensi pelaksanaan event.
“Event inikan sudah menjadi event nasional dan event masyarakat di daerah ini. Meski sederhana, kita optimis tetap semarak walau tidak banyak event pendukung yang digelar,” tambah Miq Wir sapaannya.
Baca Juga: Dibalik Kemegahan Sirkuit Mandalika, Sangkep Warige Menentukan Bau Nyale
Terkait persiapan teknis, fokus utama saat ini adalah perbaikan jembatan menuju Pantai Seger oleh Dinas PUPR. Fasilitas ini sangat krusial sebagai akses utama pendukung pergerakan pengunjung di kawasan tersebut.
“Perbaikan jembatan sudah ditangani Dinas PUPR. Tetap semi permanen ya, kita harapkan bisa selesai secepatnya dan bisa digunakaan saat perayaan puncak nantinya,” tutup dia.
Sementara itu, Polres Loteng bersama ribuan pengendara Vespa dari berbagai daerah akan turut memeriahkan puncak perayaan Bau Nyale 2026 pada 7–8 Februari. Kegiatan ini diperkirakan melibatkan sekitar 3.000 peserta yang tergabung dalam komunitas Vespa.
Baca Juga: Wujudkan Jaminan Kesehatan Paripurna, Pemkab Lombok Tengah Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya
Rombongan akan memulai perjalanan dari eks Bandara Selaparang Kota Mataram dan finis di KEK Mandalika. Para pengendara rencananya dilepas langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo serta disambut kembali di garis finis Mandalika.
“Event ini digelar dalam rangka mendukung suksesnya Bau Nyale 2026 sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna,” kata Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto.
Tradisi Bau Nyale menurut Kapolres bukan hanya warisan budaya Suku Sasak, melainkan juga sarana promosi pariwisata daerah sebagai destinasi unggulan. Event ini pun mengusung misi kemanusiaan melalui penggalangan donasi bagi korban bencana alam.
"Uang donasi yang kita kumpulkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam, baik di Lombok Tengah maupun di Aceh dan Sumatra,” jelasnya.
Kolaborasi antara Polri, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata serta solidaritas sosial di Lombok Tengah.
Editor : Akbar Sirinawa