LombokPost-Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memberikan peringatan keras kepada 446 kepala sekolah (Kasek), untuk menghentikan budaya titip-menitip tenaga pendidik.
Penegasan tersebut merupakan langkah antisipasi menyusul persoalan kelebihan guru honorer yang sempat memicu aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.
"Kenapa diingatkan karena sekarang sudah tidak ada lagi yang boleh meng-SK-kan. Sehingga ini harus disampaikan sebagai langkah antisipasi," cetus Bupati Pathul usai melantik ratusan kepala sekolah di ballroom kantor bupati, Jumat (30/1).
Bupati menuturkan, pengangkatan berdasarkan faktor kedekatan dengan Kasek menyebabkan Loteng kelebihan guru. Dampaknya, sekitar 715 eks guru honorer putus kontrak dan sempat melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
"Ini perlu menjadi renungan, kita carikan solusinya," katanya.
Teguran ini, kata bupati, tidak hanya berlaku bagi Kasek namun seluruh pejabat. Jika di kemudian hari masih ditemukan praktik serupa, bupati menegaskan akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan.
Seperti diketahui, bupati melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 446 kepala sekolah lingkup Pemkab Lombok Tengah. Rinciannya, 109 tingkat taman kanak-kanak (TK), 280 tingkat sekolah dasar (SD), dan 57 tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Langkah mutasi ini diambil sebagai upaya penyegaran organisasi dan peningkatan mutu pendidikan di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Hal ini juga untuk memastikan tidak ada lagi kekosongan maupun pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah berdasarkan aturan pemerintah pusat.
Sebagai pemimpin sekolah, bupati berpesan agar kepala sekolah meningkatkan jumlah murid. Hadirnya sekolah swasta maupun pondok pesantren bukan menjadi alasan bagi sekolah negeri untuk kekurangan siswa. Kepala sekolah diminta berintrospeksi diri atas minimnya jumlah siswa.
"Lebih baik kita yang introspeksi diri," cetus bupati.
Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah M Nursiah menekankan, jabatan kepala sekolah bukanlah sekadar tugas administratif, melainkan ujung tombak dalam mencetak generasi emas daerah.
“Mutasi ini bukan semata-mata merolling. Para pendidik yang dilantik hari ini diharapkan mampu beradaptasi cepat dengan lingkungan baru dan membawa inovasi dalam proses belajar-mengajar dan meningkatkan SDM,” kata Wabup di ruang kerjanya.
Wabup menekankan, ratusan kepala sekolah yang telah mengisi posisi baru tersebut akan dievaluasi kembali. Evaluasi ini penting untuk pemerataan kompetensi dalam mendistribusikan kepala sekolah berprestasi ke sekolah-sekolah yang membutuhkan akselerasi kualitas.
“Menjadi harapan kita bersama adalah kepada kepala sekolah perlu diingat, bahwa ini adalah tugas tambahan sebagai jabatan fungsional, yaitu bagaimana menghasilkan mutu pendidikan berkualitas,” tutup Wabup Nursiah.
Editor : Kimda Farida