LombokPost-Rencana Pemkab Lombok Tengah membangun dermaga pesawat air atau seaplane di kawasan Bendungan Batujai mulai menuai tanda tanya masyarakat.
Warga mempertanyakan operasional pesawat air yang akan beririsan dengan aktivitas harian mereka, seperti memancing dan pengairan lahan pertanian.
“Kami baru mendengar kabar selentingan saja, sosialisasinya belum ada. Pertanyaan kami sederhana, apakah kehadiran pesawat-pesawat ini nanti tidak akan mengganggu ekosistem bendungan dan ruang gerak warga,” tanya Hari Sobari, warga Perapen pada Lombok Post, Minggu (1/2).
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng Lalu Wiranata mengatakan, proyek ini masih dalam tahap pengkajian mendalam.
“Kami sudah rapat dengan BWS untuk mendapatkan kepastian mengenai bisa tidaknya bendungan dipakai untuk fungsi lain, ternyata bisa asal mengikuti ketentuan perizinan,” ucapnya.
Saat ini jajaran PT Aman Air, investor asal Kanada, tengah mengurus perizinan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Dari sisi jalur atau rute tidak ada masalah. Sekarang, kalau tidak salah ada 14 dokumen yang harus dipenuhi pemerintah daerah,” kata Wiranata.
Wiranata membeberkan proyek ini ditargetkan beroperasi dalam enam bulan ke depan. Adapun infrastruktur yang akan dibangun adalah hanggar pesawat, dok, hingga dermaga.
“Luas lahannya hanya setengah hektare, sedikit itu. Armada yang disiapkan twin otter seaplane, sebanyak dua unit,” katanya.
Pihak otoritas menekankan pembangunan dermaga pesawat air ditujukan menjadikan Loteng sebagai hub transportasi udara unik di NTB yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan destinasi lainnya secara eksklusif.
“Kami berkomitmen agar setiap pembangunan tidak meminggirkan warga lokal. Namun sinkronisasi antara regulasi penerbangan dan kearifan lokal memang memerlukan waktu,” katanya.
Sebelumnya, Vice President PT Aman Air Daniel Dwi Ananta menyampaikan keberadaan dermaga pesawat amfibi tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) maupun keramba ikan milik masyarakat.
“Karena kita hanya melayani penerbangan domestik khusus wisatawan,” sebut Daniel.
PT Aman Air memilih Loteng karena lokasi Bendungan Batujai dinilai strategis sebagai satu-satunya bendungan air tawar di tengah kota.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, departemen terkait navigasi, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Direktorat Kebandarudaraan.
“Fasilitas ini kami sediakan untuk penerbangan eksklusif, seperti yang ada di Maldives,” tutup dia.
Editor : Akbar Sirinawa