LombokPost-Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) bersiap mencatatkan sejarah pada usia satu dasawarsa. Tak sekadar seremoni, organisasi pewarta di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini akan menjadikan kemegahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai kanvas raksasa bagi ribuan anak melalui gelaran Mandalika Fun Art 2026.
Event bertema “Belajar Sambil Liburan” ini dijadwalkan berlangsung Senin (16/2) mendatang. Hajatan besar tersebut dikolaborasikan dengan tradisi sakral masyarakat Sasak, yakni Pesona Bau Nyale 2026.
Ketua PWLT Budiman mengungkapkan HUT ke-10 ini menjadi momentum menanamkan rasa memiliki terhadap Mandalika sejak dini.
“Kami tidak ingin anak-anak kita hanya jadi penonton di tengah megahnya sirkuit atau hotel berbintang. Melalui Lomba Mewarnai dan Fashion Show tingkat TK-SD, kita beri mereka ruang ekspresi di jantung pariwisata kita sendiri,” ujar Budiman saat ditemui di Praya, Selasa (3/2).
Mandalika Fun Art 2026 bukan sekadar kompetisi menang-kalah, namun menyimpan misi besar literasi budaya. Di tengah gempuran modernisasi sirkuit MotoGP, PWLT ingin memastikan legenda Putri Mandalika tetap hidup di ingatan generasi Alfa.
“Anak-anak harus tahu bahwa Mandalika bukan hanya soal aspal sirkuit, tapi ada nilai pengorbanan dan cinta dari legenda Putri Mandalika. Kita kawinkan identitas budaya Sasak dengan kemajuan zaman saat ini,” imbuhnya.
Langkah PWLT ini mendapat sambutan hangat. Kolaborasi terjalin dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Kominfo Lombok Tengah.
Sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif dan menjadi magnet baru wisata keluarga.
Pantauan Lombok Post, antusiasme masyarakat mulai terlihat seiring dibukanya pendaftaran. Bagi orang tua yang ingin buah hatinya berkompetisi sambil menikmati semilir angin Pantai Mandalika, pendaftaran kini resmi dibuka untuk umum. Calon peserta dapat menghubungi panitia di nomor WhatsApp 0877-5065-3847.
“Ini saatnya liburan keluarga punya nilai edukasi lebih,” pungkas Budiman.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan Berita Lombok Post