LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya mengakselerasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Agar koperasi tumbuh sebagai penggerak ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian desa.
“Koperasi memiliki peran strategis untuk memperbaiki rantai pasok komoditas penting agar tidak dikuasai segelintir perusahaan besar,” tegas Gubernur NTB disela-sela kegiatan penyerahan dana pembinaan dari Bank Mandiri kepada 10 KDKMP Percontohan di Desa Semoyang, Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), Kamis (5/2).
Menurut Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur, KDKMP harus menjadi instrument pemerataan ekonomi sehingga nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Gubernur juga mengingatkan, KDKMP merupakan bentuk usaha yang diamanatkan UUD 1945 sebagai soko guru perekonomian nasional.
Sebab itu, dukungan dana pembinaan dalam bentuk barang modal usaha senilai Rp 25 juta per KDKMP Percontohan, diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjalankan bisnis secara profesional, mandiri dan berkelanjutan.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang telah merespon surat Pemprov NTB melalui alokasi dana CSR untuk mendukung program ini, kami juga mendorong perbankan lainnya di HIMBARA termasuk bank milik daerah, Bank NTB Syariah,” katanya.
Miq Iqbal menyebut, saat ini telah terbentuk 1.166 KDKMP se-NTB dan seluruhnya telah berbadan hukum.
Namun dari jumlah hanya beberapa puluh koperasi yang aktif dan akan didorong melalui skema KDKMP Percontohan ini.
Baca Juga: DLH Lombok Tengah Tak Berdaya, Aktivitas Penambangan Ilegal di Bukit Serage Kewenangan Provinsi NTB
“Makanya kita dorong Himbara dan Bank NTB Syariah bisa terlibat,” cetusnya.
Menyoal perkembangan penuntasan gerai KDKMP, kata Miq Iqbal, pemerintah pusat targetkan tuntas pembangunan gerai koperasi.
Dari sisi pembangunan akan dibantu melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sementara pemprov akan bantu dari sisi aktivasi bisnis.
“Punya tidak punya gerai harus mulai berjalan bisnisnya, sehingga ketika gerai sudah jadi, bisnisnya sudah siap. Jangan sampai ketika gerai jadi malah belum siap berbisnis, kan sayang asetnya,” kata Miq Iqbal.
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menyampaikan, rasa syukur dan rasa bangga atas terpilihnya KDKMP Syariah Semoyang sebagai salah satu koperasi percontohan tingkat provinsi.
Ia berharap koperasi tersebut dapat terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.
Saat ini, KDKMP Syariah Semoyang telah menjalankan usaha penjualan sembako, sementara pembangunan gedung koperasi telah mencapai sekitar 90 persen.
Baca Juga: Antisipasi Virus Nipah, BIZAM Operasikan Dua Unit Thermal Scanner
Pemkab Loteng juga telah memberikan pelatihan kepada pengurus dan pengelola koperasi guna memastikan pengelolaan koperasi berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami telah membekali pengurus koperasi melalui pelatihan agar pengelolaannya semakin profesional,” ujar Wabup Nursiah.
Dana pembinaan dalam bentuk barang modal usaha, kata Wabup Nursiah, bisa menjadi motivasi awal kepala desa, ketua koperasi hingga manajemennya untuk mengawali usaha ini.
“Kabupaten juga akan membuka peluang seluas-luasnya dalam memfasilitasi kemitraan koperasi di seluruh desa kelurahan,” kata politisi Golkar ini.
Editor : Kimda Farida