Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tangkapan Nyale Minim, Pedagang Panen Untung, Band Geisha Batal Manggung Akibat Cuaca Buruk

Lestari Dewi • Senin, 9 Februari 2026 | 09:45 WIB
Masyarakat mulai kembali ke pesisir usai mencari Nyale atau cacing laut di Pantai Seger, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Minggu (8/2). Sebagian besar masyarakat tak mendapat Nyale tahun ini.
Masyarakat mulai kembali ke pesisir usai mencari Nyale atau cacing laut di Pantai Seger, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Minggu (8/2). Sebagian besar masyarakat tak mendapat Nyale tahun ini.

 

LombokPost-Harapan masyarakat untuk mendapatkan tangkapan Nyale atau cacing laut melimpah pada puncak tradisi Bau Nyale tahun ini berujung kekecewaan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik pesisir, warga yang sejak dini hari turun ke pantai hanya memperoleh sedikit cacing laut, bahkan sebagian besar pulang tanpa hasil.

Minimnya tangkapan tersebut diduga karena Nyale telah lebih dulu muncul beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini membuat puncak perburuan yang biasanya menjadi momentum utama justru berlangsung sepi.

Setelah beberapa jam menunggu dan menyisir bibir pantai, warga berangsur meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing.

Salah seorang warga lokal, Ahmad Rifai mengaku hasil tangkapan Nyale tahun ini jauh dari harapan.

“Biasanya sekali turun bisa dapat banyak, tapi sekarang cuma sedikit sekali. Banyak yang pulang tangan kosong. Sepertinya Nyale sudah keluar beberapa hari lalu,” ujarnya pada Lombok Post, Minggu (8/2).

Hal senada disampaikan Nuraini, warga yang datang bersama keluarga. Menurutnya, hasil yang minim membuat warga tidak berlama-lama berada di lokasi.

“Kami sudah menunggu lama sejak semalam, tapi karena pagi ini sedikit akhirnya memilih pulang,” katanya.

Meski hasil tangkapan Nyale mengecewakan, kondisi berbeda justru dirasakan pedagang di sekitar lokasi.

Salah seorang pedagang makanan, Siti, mengaku omzet penjualan meningkat tajam sejak Sabtu siang (7/2) hingga Minggu pagi.

“Kalau akhir pekan biasa paling dapat sekitar Rp 500 ribu. Tapi saat Bau Nyale ini, walaupun Nyalenya sedikit, jualan ramai sekali. Bisa sampai Rp 2 juta lebih,” ungkapnya.

Menurut pedagang, ramainya pengunjung yang datang untuk menyaksikan tradisi Bau Nyale dan rangkaian hiburan menjadi faktor utama meningkatnya penjualan, terutama makanan dan minuman.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada rangkaian hiburan malam. Penampilan band Geisha yang dijadwalkan tampil terpaksa dibatalkan akibat hujan deras disertai angin kencang.

Ribuan warga yang telah memadati area panggung berhamburan mencari perlindungan dan memenuhi tenda VIP untuk berteduh.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang turut menghadiri pembukaan malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2026 mengaku bersyukur dapat hadir meski hujan deras mengguyur Bukit Seger.

“Ini bukan sekadar Bau Nyale, namun kita belajar dari kearifan lokal yang ada di Bau Nyale salah satunya pengorbanan yaitu kehujanan. Saya juga melihat para bule atau turis ikut hadir, semoga semuanya mendapat hikmah dari kegiatan ini,” singkatnya.

Pantauan Lombok Post, di balik ramainya pengunjung dan meningkatnya aktivitas ekonomi, kegiatan Bau Nyale juga menyisakan persoalan lingkungan.

Sampah bekas makanan dan minuman tampak berserakan di sejumlah titik pantai dan area sekitar panggung, ditinggalkan pengunjung setelah acara.

Masyarakat berharap, selain peningkatan pengelolaan acara dan antisipasi cuaca, penyelenggaraan Bau Nyale ke depan juga dibarengi pengelolaan kebersihan yang lebih maksimal agar tradisi budaya ini tetap berlangsung nyaman dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Loteng Lalu Sarkin Junaidi mengatakan pihaknya telah memprediksi pascafestival akan tersisa banyak sampah sampah.

“Kita sudah siapkan satu kontainer tempat sampah, kita harapkan mereka ini berkenan buang sampahnya ke sana. Armada tentu kita turunkan sesuai kebutuhan agar Bukit Seger kembali bersih,” kata dia. 

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #band geisha #Bau Nyale #Gubernur NTB #Bukit Seger #batal