Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Klarifikasi Bupati Lombok Tengah, Pernyataan soal Makan Bergizi Gratis Dipotong, Inti Masalah Jadi Kabur

Lestari Dewi • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:20 WIB
Lalu Pathul Bahri
Lalu Pathul Bahri

 

LombokPost -Belakangan ini, publik diramaikan oleh potongan video viral yang diunggah oleh akun media sosial Lambe Turah terkait pernyataan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, soal insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Bupati Lombok Tengah pun telah memberikan klarifikasi tegas bahwa narasi yang beredar telah melenceng dari konteks aslinya.

Tokoh muda Lombok Tengah Agus Sukandi, menjelaskan bahwa masyarakat perlu jeli dalam membedakan antara pernyataan "wajar jika terjadi keracunan" dengan "angka kejadian yang secara statistik masih wajar". 

Berdasarkan rekaman utuh wawancara, Bupati Pathul Bahri sebenarnya sedang memaparkan data perbandingan.

"Dari total 60 juta penerima manfaat Makan Bergizi Gratis setiap hari di seluruh Indonesia, jika ada kejadian belasan orang yang terdampak, maka secara statistik interval angka kejadian tersebut masih tergolong kecil atau wajar. Bukan berarti musibah keracunannya yang dianggap wajar," ujar Agus, Selasa (10/2). 

Terpisah, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat ditemui Lombok Post mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara penyampaian informasi oleh akun Lambe Turah. 

Ia menegaskan bahwa pihak pengelola akun tersebut tidak berada di lokasi saat wawancara berlangsung dan diduga hanya mengambil potongan video untuk kepentingan engagement media sosial.

"Saat saya bilang rekan-rekan wartawan jangan diperluas (masalah angka ini), itu ternyata dipotong dan diambil untuk kepentingan mereka. Padahal saya bicara berbasis data," tegas Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pathul memaparkan bahwa program MBG ini merupakan operasi skala nasional yang masif dengan data sebagai berikut:

 "Saya pegang datanya ini, 60 Juta penerima manfaat setiap hari. 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dan 1 Juta lapangan kerja baru yang tercipta di 38 provinsi," ucapnya sembari menunjukkan data di layar ponselnya. 

Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada pemimpin yang menginginkan rakyatnya terkena musibah.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik agar tidak terjebak dalam informasi yang tidak utuh atau hasil suntingan yang menyesatkan.

 

Editor : Prihadi Zoldic
#lambe turah #klarifikasi #sepihak #Bupati Lombok Tengah #Angka Kejadian Keracunan #dipotong