Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Catatan Perjalanan Wartawan Lombok Tengah ke Jantung Komunikasi Jogjakarta, Menjemput Ilmu di Kota Pelajar

Lestari Dewi • Kamis, 12 Februari 2026 | 05:10 WIB
Rombongan wartawan Lombok Tengah berfoto bersama di depan kantor Diskominfosan Kota Yogyakarta, Rabu (11/2).
Rombongan wartawan Lombok Tengah berfoto bersama di depan kantor Diskominfosan Kota Yogyakarta, Rabu (11/2).

 

Rombongan wartawan Lombok Tengah melakukan studi banding ke Diskominfosan Kota Jogjakarta untuk mendalami strategi kemitraan media berbasis digitalisasi dalam suasana kantor yang elegan dan profesional. Kunjungan ini bertujuan membawa pulang inspirasi tata kelola komunikasi publik yang transparan dan rapi guna memperkuat sinergi antara pemerintah dan pers di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

----

UDARA pagi di Kota Jogjakarta terasa sejuk saat rombongan wartawan dari Lombok Tengah melangkah memasuki kompleks perkantoran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni jabat tangan, melainkan sebuah misi penting, membedah resep sukses Jogjakarta dalam merajut kemitraan dengan media.

​Begitu melewati pintu utama, suasana elegan, rapi, dan bersih langsung menyergap indra. Kompleks perkantoran ini seolah bicara tanpa kata tentang profesionalisme.

Arsitekturnya memadukan langgam klasik khas Jawa dengan sentuhan modernitas yang fungsional. 

Koridor-koridor yang bersih berkilau mencerminkan disiplin tinggi, sementara interior ruang pertemuan didominasi elemen kayu yang hangat, menciptakan atmosfer diskusi yang intim namun tetap prestisius.

​Di dalam ruangan yang tertata apik, tanpa kabel menjuntai atau tumpukan berkas yang mengganggu mata, diskusi mengalir layaknya arus sungai yang tenang.

Fokus utama rombongan adalah mempelajari bagaimana "Kota Pelajar" ini mengelola hubungan dengan perusahaan pers di tengah gempuran era digital.

​Yogyakarta telah menerapkan sistem digitalisasi yang mumpuni dalam verifikasi media. Tidak ada lagi birokrasi yang berbelit, semuanya terukur melalui standar yang jelas, termasuk kewajiban verifikasi dari Dewan Pers.

​"Kami ingin membawa pulang 'oleh-oleh' berupa sistem yang baik. Hubungan yang harmonis antara pemerintah kota dan media adalah kunci suksesnya pembangunan," ujar Sekretaris DPRD Lombok Tengah Suhadi Kana, di sela-sela kunjungan, Rabu (11/2). 

Kerapihan ruangan pertemuan ini ternyata menyimpan filosofi mendalam. Bagi para jurnalis yang hadir, lingkungan kerja yang transparan dan teratur adalah cerminan dari tata kelola informasi yang sehat. 

Layar-layar digital yang menampilkan data real-time kerjasama media terpasang manis di dinding, menunjukkan bahwa teknologi dan keterbukaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

​"Berada di ruangan yang begitu rapi ini memberikan inspirasi. Ada kesan bahwa transparansi informasi bermula dari lingkungan kerja yang juga tertata secara transparan," bisik Maya Oktavia seorang jurnalis, mengagumi betapa tenangnya suasana di dalam kompleks yang jauh dari kebisingan jalanan tersebut.

​Sekretaris Diskominfo Jogjakarta Suci menyambut dengan tangan terbuka. Mereka menekankan bahwa media adalah mitra strategis, bukan sekadar objek pemberitaan.

Bagi Lombok Tengah yang kini menjadi sorotan dunia melalui Sirkuit Mandalika, pola kemitraan profesional seperti yang ada di Jogjakarta menjadi referensi penting.

​Kunjungan pun diakhiri dengan komitmen kuat untuk membawa semangat "Jogjakarta" ke "Gumi Tatas Tuhu Trasna".

Harapannya, sekembalinya dari Kota Gudeg, jalinan antara Pemkab Lombok Tengah dengan insan pers semakin kokoh, sebersih dan serapi ruang pertemuan yang mereka tempati hari itu. 

Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #Wartawan #yogyakarta #Catatan #Diskominfosan #perjalanan