Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Budi Wahjono, General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort Berkelas Dunia

Lestari Dewi • Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:00 WIB

Budi Wahjono
Budi Wahjono

 

Di tengah geliat industri pariwisata global yang kian kompetitif, satu nama dari Lombok menembus panggung internasional. Pengakuan itu tak sekadar menjadi capaian personal, tetapi juga penegas posisi The Mandalika sebagai kawasan hospitality yang diperhitungkan dunia.

----

Suasana sore terasa syahdu di tepi kolam renang infinity milik Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort. Beberapa wisatawan asing asyik berenang, sebagian bersandar di kursi santai menikmati matahari yang perlahan turun ke garis cakrawala.

Di tengah ruangan restoran, dengan kemeja putih lengan panjang, Budi Wahjono duduk santai menanti waktu berbuka puasa. Wajahnya tenang, sesekali tersenyum menyapa tamu yang melintas. Ramadan tak mengurangi ritme kerjanya sebagai General Manager.

Menjelang magrib itu, kabar membanggakan datang, namanya resmi masuk dalam daftar Top 100 Hotel General Managers in the World 2025 versi Luxury Lifestyle Awards.

Sebuah program penghargaan global bergengsi yang berbasis di New York. Didedikasikan untuk mengakui, merayakan, dan mempromosikan barang serta jasa mewah terbaik di seluruh dunia. Menjadi tolok ukur (benchmark) utama bagi keunggulan dan inovasi dalam sektor gaya hidup mewah.

“Ini bukan tentang saya pribadi, Ini tentang tim. Tentang bagaimana kami membangun budaya kerja yang saling mendukung dan punya visi yang sama,” katanya pada Lombok Post.

Sore itu, suara tawa wisatawan berpadu dengan gemericik air. Beberapa turis asing mengabadikan momen sunset dengan ponsel mereka. Lanskap bukit Mandalika di kejauhan menjadi latar dramatis, pemandangan yang tak hanya memikat wisatawan, tetapi juga mengantar nama Mandalika ke panggung dunia.

Masuknya Budi Wahjono dalam jajaran 100 GM terbaik dunia menjadi sinyal bahwa kawasan The Mandalika tak lagi sekadar destinasi eksotis, melainkan ekosistem hospitality berkelas internasional.

Penghargaan itu diberikan kepada pemimpin hotel yang dinilai memiliki visi strategis, ketangguhan operasional, dan kontribusi terhadap standar industri global.

Bagi alumnus Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti ini, kepemimpinan bukan hanya soal okupansi dan angka performa bisnis.

“Hospitality hari ini harus berbicara tentang keberlanjutan. Tentang dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Budi.

Asam garam sebagai general manager di berbagai hotel sebelumnya menjadi kunci dalam mengelola hotel di jantung The Mandalika ini. Pullman Lombok Mandalika dikenal dengan berbagai inovasi ramah lingkungan.

Dari pengolahan sisa makanan menjadi pupuk organik cair, produksi minyak kayu putih dan minyak kelapa dari tanaman di area hotel, hingga minyak frangipani berbahan bunga kamboja yang dipungut setiap hari dari halaman resort.

“Upaya itu mengantarkan hotel ini meraih penghargaan sustainability internasional tahun 2025,” terangnya.

Di tengah wawancara, azan magrib berkumandang dari kejauhan. Budi tersenyum, meneguk air putih untuk membatalkan puasa. Sunset mengakhiri hari, menyisakan cahaya keemasan di atas kolam yang masih dipenuhi wisatawan.

“Penghargaan ini adalah motivasi untuk terus menjaga standar. Kami percaya Mandalika punya potensi besar menjadi destinasi kelas dunia,” kata Budi.

Prestasi itu turut diapresiasi ITDC selaku pengelola kawasan. Sinergi antara pengelola dan para tenant dinilai menjadi kunci menghadirkan pengalaman wisata yang unggul dan berdaya saing global.

“Prestasi yang diraih, menegaskan bahwa tenant-tenant di The Mandalika tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan dan layanan yang diakui secara global. ITDC terus mendorong terciptanya ekosistem hospitality yang berdaya saing internasional sekaligus berkelanjutan,” ujar Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka.

ITDC melihat keberhasilan Pullman sebagai cerminan keberhasilan pengelolaan kawasan The Mandalika. Sinergi antara ITDC dan para tenant yakni pelaku usaha hotel, resort, restaurant dan atraksi di dalam kawasan menjadi pondasi penting dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang unggul, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

“Prestasi ini juga melengkapi pencapaian Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort yang sebelumnya meraih International Sustainability Award 2025 — Farm to Table berkat berbagai inovasi green hotel yang unik dan berdampak,” jelas dia.

Senja benar-benar turun. Lampu taman mulai menyala, memantul di permukaan air. Di antara percakapan tamu asing dan suara ombak yang jauh, Mandalika kembali membuktikan dari sudut Lombok, mimpi besar bisa berlayar hingga ke panggung dunia. 

Editor : Kimda Farida
#Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort #General Manager #dunia #top 100 #Budi Wahjono