Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semringah Masdah, Warga Labulia Nikmati Sambungan Listrik Gratis, Anak-Anak Kini Bisa Belajar dengan Tenang dan Terang Benderang

Lestari Dewi • Kamis, 5 Maret 2026 | 07:50 WIB

Masdah menunjukkan meter listrik yang dipasang gratis dari PLN melalui program Light Up the Dream di Dusun Berambang Lauk, Desa Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, Rabu (4/3).
Masdah menunjukkan meter listrik yang dipasang gratis dari PLN melalui program Light Up the Dream di Dusun Berambang Lauk, Desa Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, Rabu (4/3).

 

Lima tahun lamanya rumah Masdah gelap saat malam tiba. Di Dusun Berambang Lauk, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, ia hanya bisa menumpang listrik dari tetangga. Kini, melalui bantuan sambungan listrik gratis, cahaya itu akhirnya menyala di rumah kecilnya.

----

Di teras rumah tetangga, Masdah duduk sambil memangku anak bungsunya. Wajahnya masih menyimpan haru. Beberapa saat sebelumnya, ia menerima secara simbolis bantuan sambungan listrik gratis, sesuatu yang lima tahun terakhir hanya bisa dibayangkan.

Rumah Masdah berdiri di sudut dusun. Luasnya tak lebih dari 10 meter persegi dengan kondisi tidak layak huni. Dindingnya sederhana, sebagian mulai lapuk dimakan usia. Selama ini rumah itu lebih sering gelap saat malam tiba.

“Sudah lima tahun kami tidak punya listrik sendiri,” tuturnya pelan pada Lombok Post, Rabu (4/3).

Untuk penerangan, Masdah menumpang ke rumah tetangga. Ia membayar Rp 15 ribu per bulan untuk satu bohlam dengan tegangan terbatas. Tidak ada alat elektronik lain yang bisa digunakan. Bagi keluarga buruh tani seperti dirinya, biaya pemasangan listrik mandiri terasa berat. Penghasilan harian hanya cukup untuk makan dan kebutuhan paling mendasar.

Sebagai buruh tani, Masdah bekerja mengikuti musim tanam. Jika ada panggilan ke sawah, ia berangkat. Jika tidak, ia menunggu. Upah yang diterima tak menentu. Dalam kondisi itu, memasang listrik menjadi impian yang terus tertunda.

Harapan itu datang melalui program bantuan sambungan listrik gratis dari pegawai PLN. Dengan daya 450 watt, rumah kecil Masdah akhirnya memiliki aliran listrik sendiri.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya listrik sendiri, dipasang gratis. Saya sangat bersyukur,” ucapnya, matanya berkaca-kaca.

Bagi sebagian orang, 450 watt mungkin terasa kecil. Namun bagi Masdah, itu cahaya baru bagi keluarganya. Ia tak lagi khawatir anak-anaknya belajar dalam kondisi remang atau menumpang ke rumah orang lain saat malam hari.

Tiga anaknya kini bisa belajar lebih nyaman. Listrik tak hanya untuk penerangan, tetapi juga memberi harapan akan kehidupan yang lebih baik. Setidaknya, mereka bisa membaca buku pelajaran di bawah lampu sendiri, bukan dari kabel sambungan seadanya.

Kepala Desa Labulia Mahjad mengatakan, kondisi rumah Masdah masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bangunan sempit berukuran sekitar 10 meter persegi itu belum memenuhi standar hunian layak, dari sisi struktur maupun kenyamanan.

Di balik keinginan memperbaiki rumah warga kurang mampu, pemerintah desa menghadapi keterbatasan anggaran. Dana Desa tahun ini mengalami penurunan drastis.

“Tahun ini Dana Desa hanya sekitar Rp 300 juta, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 1,8 miliar. Dana desa terjun bebas, sehingga terkendala juga kita mau ikut perbaiki 160 RTLH di desa ini,” terang Mahjad.

Dengan keterbatasan itu, prioritas penggunaan dana harus dibagi untuk kebutuhan mendesak lain. Rencana perbaikan ratusan RTLH di Desa Labulia belum bisa dituntaskan dalam waktu dekat.

Mahjad juga menyebut hingga tahun ini terdapat sekitar 300 rumah di Desa Labulia yang belum memiliki aliran listrik mandiri.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #sambungan listrik gratis #semringah #pln #Light Up The Dream #nikmati #Labulia