Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramainya Berburu Takjil di Sore Ramadan Kota Praya, Aroma Kolak, Gorengan, dan Lauk Matang Menggoda Warga yang Pulang Beraktivitas

Lestari Dewi • Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:40 WIB

PASTIKAN SEHAT DAN HIGIENIS: Deretan takjil Ramadan yang dijual pedagang tersebar di berbagai sudut jalan Kota Praya, Lombok Tengah, Kamis (5/3).
PASTIKAN SEHAT DAN HIGIENIS: Deretan takjil Ramadan yang dijual pedagang tersebar di berbagai sudut jalan Kota Praya, Lombok Tengah, Kamis (5/3).

 

Saat matahari mulai condong ke barat, ritme kehidupan di Kota Praya perlahan berubah. Jalanan yang semula lengang mendadak hidup, dipenuhi warga yang bersiap menyambut salah satu momen paling dinanti selama Ramadan, waktu berbuka puasa.

----

Menjelang waktu berbuka puasa, wajah Kota Praya berubah. Sejak pukul 16.30 Wita, aktivitas mulai terasa di berbagai sudut jalan. Lapak-lapak takjil bermunculan. Berjajar di tepi jalan, memadati trotoar hingga halaman pertokoan. Aroma santan, gula merah, dan gorengan hangat bercampur di udara, menggoda siapa pun yang melintas.

Berburu takjil seakan menjadi ritual warga setiap Ramadan.

Dari simpang jalan utama hingga kawasan permukiman, pedagang menjajakan aneka hidangan berbuka.

Ada lauk pauk matang siap santap. Mulai dari ayam goreng, ikan bakar, hingga rendang dan semur.

Tak ketinggalan pelecing kangkung lengkap dengan sambal khasnya serta aneka sayur berkuah yang menggugah selera.

Di deretan lain, aneka kudapan manis tersaji dengan warna-warni yang memikat. Kolak pisang dengan kuah santan kental tersusun dalam wadah plastik bening. Putu mayang dengan siraman gula merah. Kue lupis bertabur kelapa parut. Hingga jajanan pasar tradisional lainnya menjadi incaran pembeli.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Untuk takjil dan jajanan ringan, cukup merogoh kocek Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per porsi.

Sementara lauk pauk matang dibanderol kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu, tergantung jenis dan porsinya.

Tak hanya makanan, lapak minuman segar juga tak kalah ramai. Es buah kelapa muda dengan potongan buah warna-warni, es teler, es campur, hingga aneka minuman sirup dingin berjejer dalam wadah besar berisi es batu. Suara sendok yang beradu dengan gelas plastik dan percikan air es menjadi latar khas sore Ramadan di kota ini.

Baca Juga: Aksi Nyata InJourney Airports, Ribuan Pelajar di Lingkar Bandara Dapat Kado Spesial

Kebanyakan pembeli adalah para pekerja yang baru pulang kantor. Dengan pakaian kerja yang masih rapi, mereka berhenti sejenak. Memilih menu untuk keluarga di rumah. Ada yang membeli sekadar takjil untuk berbuka. Ada pula yang sekaligus memborong lauk untuk makan malam karena tak sempat memasak.

Rahmah, warga Leneng, mengaku lebih praktis membeli makanan jadi selama Ramadan. Selain hemat waktu, pilihan menu juga beragam dan harganya terjangkau. “Tinggal pilih sesuai selera. Sampai rumah tinggal santap,” ujarnya sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi kolak dan lauk pauk.

Menjelang azan magrib, keramaian mencapai puncaknya. Transaksi berlangsung cepat. Pedagang sibuk melayani pembeli. Sementara pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat-lihat dagangan. Meski padat, suasana tetap hangat dan penuh canda.

Di tengah semarak aktivitas berburu takjil itu, Pemkab Lombok Tengah juga mengingatkan para pedagang agar tetap memperhatikan kualitas makanan yang dijual kepada masyarakat.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengimbau para pedagang takjil Ramadan menggunakan bahan makanan yang aman, sehat, dan higienis. Ia menegaskan, pelaku usaha kuliner diharapkan tidak semata-mata mengejar keuntungan dengan cara yang dapat merugikan konsumen.

“Jangan hanya mengejar keuntungan, lalu menggunakan bahan-bahan yang tidak baik atau cara pengolahan yang tidak higienis. Pastikan makanan yang dijual aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat,” pesannya. 

Editor : Kimda Farida
#ramadan #Aman #higienis #menggoda #berburu takjil #Kota Praya #sehat