Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Posko Terpadu Angkutan Lebaran Bandara Lombok Beroperasi 18 Hari, Extra Flight Belum Diajukan Maskapai

Lestari Dewi • Kamis, 19 Maret 2026 | 16:15 WIB

BIZAM Lombok memastikan belum ada pengajuan extra flight dari maskapai
BIZAM Lombok memastikan belum ada pengajuan extra flight dari maskapai

 

LombokPost—PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok telah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 M selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. 

Posko ini dibentuk untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan operasional penerbangan selama periode arus mudik dan balik Idulfitri. 

Pembukaan posko ditandai dengan apel bersama di area Pick Up Zone BIZAM yang diikuti seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara

Antara lain, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, serta perusahaan ground handling.

General Manager BIZAM Lombok Aidhil Philip Julian mengatakan, pembentukan posko merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran 2026. 

Menurutnya, keberadaan posko menjadi pusat koordinasi lintas instansi untuk memantau operasional bandara secara real time selama periode sibuk Lebaran.

“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional secara intensif serta memperkuat koordinasi antarinstansi guna memastikan seluruh proses pelayanan penerbangan berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (19/3). 

Dalam pelaksanaannya, pengelola bandara tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C yakni Safety, Security, Service, dan Compliance. 

Prinsip ini menjadi pedoman utama dalam menjaga standar keselamatan dan keamanan penerbangan sekaligus memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jasa bandara.

 

 

Trafik Diproyeksikan Meningkat

Berdasarkan evaluasi operasional pada periode angkutan Lebaran tahun sebelumnya, BIZAM mencatat 1.134 pergerakan pesawat, 130.883 penumpang, serta 660 ton kargo. Pada musim mudik tahun ini, trafik diproyeksikan mengalami peningkatan di seluruh sektor.

Pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 1.454 atau naik 28,2 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara jumlah penumpang diprediksi mencapai 136.255 orang atau meningkat 4,1 persen. Untuk angkutan kargo, volumenya diperkirakan menyentuh 702 ton atau naik sekitar 6,4 persen.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran, Selasa (17/3), dengan proyeksi jumlah penumpang sekitar 9.096 orang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+7 Lebaran, Minggu (29/3), dengan jumlah penumpang mencapai 9.808 orang. 

Extra Flight Belum Diajukan

Meski terjadi peningkatan trafik penumpang dan pergerakan pesawat, hingga pertengahan periode posko belum ada maskapai yang mengajukan permohonan penerbangan tambahan (extra flight). 

Pihak bandara menyebut kondisi ini masih dinamis dan dapat berubah seiring meningkatnya permintaan perjalanan udara mendekati hari raya.

“Sejauh ini belum ada pengajuan extra flight dari maskapai. Namun kami tetap membuka ruang dan siap memfasilitasi apabila nantinya ada maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan,” jelas Aidhil.

Ia menambahkan, seluruh fasilitas dan personel operasional bandara telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk penguatan layanan di area terminal, pengawasan keamanan, serta kesiapan peralatan navigasi dan keselamatan penerbangan. 

Melalui sinergi antara pengelola bandara, regulator, maskapai, serta seluruh instansi terkait, BIZAM menargetkan operasional penerbangan selama periode angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan tepat waktu, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat yang mudik melalui jalur udara.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#extra flight #maskapai #BIZAM Lombok