Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LKPJ APBD Lombok Tengah 2025, Kinerja Pathul-Nursiah Tunjukkan Tren Positif

Lestari Dewi • Selasa, 31 Maret 2026 | 08:52 WIB

LKPJ 2025: Dokumen LKPJ APBD Lombok Tengah 2025 yang akan dibahas DPRD Lombok Tengah. Pada tahun lalu, kinerja Bupati Pathul dan Wakil Bupati Nursiah menunjukkan capaian positif dalam LKPJ tersebut.
LKPJ 2025: Dokumen LKPJ APBD Lombok Tengah 2025 yang akan dibahas DPRD Lombok Tengah. Pada tahun lalu, kinerja Bupati Pathul dan Wakil Bupati Nursiah menunjukkan capaian positif dalam LKPJ tersebut.

 

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mencatat sejumlah capaian positif sepanjang tahun anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Loteng, Senin (30/3).

Dalam pemaparannya, Bupati Pathul menyebut indikator makro pembangunan daerah menunjukkan tren membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,19 pada 2024 menjadi 72,7 pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat yang membaik.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan daerah juga meningkat signifikan. Pada 2024 hanya tumbuh 3,34 persen. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,87 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih dan bergerak stabil.

“Berbagai program pemberdayaan ekonomi dan penguatan sektor unggulan mulai menunjukkan hasil nyata,” ujar Bupati Pathul.

Penurunan angka kemiskinan juga menjadi capaian penting. Persentase penduduk miskin ditekan dari 12,07 persen pada 2024 menjadi 10,68 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,36 persen.

Di bidang pendapatan daerah, realisasi APBD Loteng 2025 melampaui target. Dari target pendapatan Rp 2,82 triliun, realisasinya mencapai Rp 2,90 triliun atau 102,67 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga melampaui target dengan capaian 108,16 persen.

Belanja daerah terealisasi Rp 2,81 triliun atau 96,21 persen dari target. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung tujuh prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan infrastruktur dan lingkungan hidup.

Selain indikator ekonomi, sejumlah indeks pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan juga menunjukkan perbaikan. Indeks Reformasi Birokrasi meningkat dengan predikat BB. Sementara nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) berada pada predikat B.

Bupati Pathul menegaskan, LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama antara eksekutif dan legislatif guna memperbaiki pelaksanaan pembangunan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, tetap membuka ruang kritik dan masukan DPRD untuk penyempurnaan kebijakan publik di tahun-tahun berikutnya.

“Masih terdapat kekurangan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Evaluasi dari DPRD akan menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan selanjutnya,” tutup politisi Gerindra ini.

Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan menjelaskan, setelah LKPJ dibacakan dan diserahkan dalam rapat paripurna, dokumen tersebut akan dibahas secara internal oleh DPRD. Pembahasan dilakukan melalui rapat di tingkat komisi dan gabungan komisi untuk menelaah lebih detail capaian kinerja serta penggunaan anggaran pemerintah daerah sepanjang 2025.

“Sesuai mekanisme yang berlaku, setelah penyampaian ini, kita akan memasuki agenda berikutnya yakni pembentukan gabungan komisi DPRD untuk melakukan pembahasan LKPJ secara lebih mendalam,” ujar Ramdan. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #Tren Positif #Pathul-Nursiah #lkpj #APBD 2025